Tokocrypto gandeng BRI dan Mandiri guna dorong transaksi

3 weeks ago 10

Jakarta (ANTARA) - Tokocrypto menggandeng BRI dan Bank Mandiri dengan menambah kanal deposit baru di platformnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempermudah akses masyarakat sekaligus mendorong peningkatan aktivitas transaksi di tengah pelemahan pasar kripto.

"Penambahan kanal deposit ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membuat akses ke pasar kripto semakin mudah dan inklusif. Dengan lebih banyak pilihan metode pembayaran, kami berharap dapat menstimulasi investor untuk kembali aktif bertransaksi," kata CEO Tokocrypto Calvin Kizana, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp24,33 triliun, menurun dibandingkan Januari yang mencapai Rp29,28 triliun.

Penurunan tersebut sejalan dengan koreksi harga sejumlah aset kripto global serta dinamika ekonomi internasional.

Menanggapi kondisi itu, Calvin menjelaskan pelemahan transaksi merupakan bagian dari siklus pasar.

"Pasar kripto saat ini memasuki fase konsolidasi setelah mengalami lonjakan signifikan pada periode sebelumnya. Kondisi ini ditandai dengan koreksi harga dan penurunan volume transaksi, yang juga dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global, termasuk tensi geopolitik dan kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat," ujarnya.

Meningkatnya tensi geopolitik mendorong sentimen risk-off di pasar keuangan, sementara kebijakan suku bunga tinggi memicu likuidasi pada posisi leverage di pasar kripto, yang berdampak langsung pada penurunan volume transaksi.

Di sisi lain, meskipun ETF Bitcoin sempat mencatat inflow sebesar 1,13 miliar dolar AS pada Maret, tren tersebut melemah dengan outflow mingguan mencapai 296 juta dolar AS di akhir bulan.

Memasuki awal April, inflow kembali tercatat sekitar 69,6 juta dolar AS, yang menunjukkan minat institusi masih ada namun belum cukup kuat untuk mendorong reli pasar.

Sejalan dengan dorongan OJK untuk memperkuat industri kripto, Tokocrypto terus menjalankan berbagai strategi guna menjaga pertumbuhan.

Salah satunya melalui penambahan kanal deposit baru dengan menggandeng BRI dan Bank Mandiri, melengkapi opsi yang sebelumnya telah tersedia seperti BCA dan QRIS.

Calvin juga menegaskan bahwa minat masyarakat terhadap aset kripto masih relatif tinggi.

Hingga Februari 2026, jumlah konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 21,07 juta, tumbuh 1,76 persen secara bulanan.

Tokocrypto memiliki sekitar 4,8 juta pengguna dengan nilai transaksi Rp160 triliun pada 2025, yang mencerminkan basis investor dengan nilai transaksi cukup besar.

Ke depan, Tokocrypto optimistis kinerja transaksi akan membaik pada kuartal II 2026 seiring potensi stabilisasi kondisi makroekonomi dan geopolitik global.

Selain itu, momentum Bulan Literasi Kripto (BLK) yang berlangsung pada April hingga Mei 2026 juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat.

"Kami melihat edukasi sebagai kunci utama dalam menjaga keberlanjutan industri. Tokocrypto siap berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan kesadaran investor, terutama di tengah kondisi pasar yang cenderung bearish seperti saat ini," sebut Calvin.

Baca juga: Pajak tembus Rp1,96 T, Tokocrypto nilai industri kripto RI kian matang

Baca juga: Sepanjang 2025, Tokocrypto Jalin 1.000+ Kemitraan dan Perluas 480 Aset Kripto Berbasis Rupiah

Baca juga: Soal status syariah Kripto, Tokocrypto dorong regulasi yang matang

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |