Jakarta (ANTARA) - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Danang Wicaksana meminta kualitas pelayanan kepada jamaah haji tetap menjadi prioritas hingga seluruh proses pemulangan ke Tanah Air selesai.
Danang dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, mengatakan kualitas layanan tidak boleh menurun setelah puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Jangan sampai terjadi penurunan kualitas layanan setelah fase Armuzna," katanya.
Ia menilai masa krusial penyelenggaraan ibadah haji 2026 selama Armuzna telah berlangsung dengan baik. Berbagai upaya pemerintah dan petugas haji dinilai membantu kelancaran pergerakan serta pelayanan jamaah di Tanah Suci.
Baca juga: Timwas Haji DPR ungkap usulan untuk solusi kepadatan di Mina
Menurut dia, petugas haji harus tetap memastikan kualitas akomodasi pemondokan agar jamaah yang masih berada di Tanah Suci memperoleh kenyamanan yang memadai.
Selain itu, layanan konsumsi di Makkah dan Madinah juga perlu terus diawasi untuk memastikan kebutuhan jamaah terpenuhi dengan baik.
Danang meminta operasional bus shalawat yang kembali beroperasi tetap memberikan pelayanan optimal, terutama untuk mendukung mobilitas jamaah menuju Masjidil Haram.
Baca juga: Timwas DPR dorong optimalisasi pangan RI untuk konsumsi haji dan umrah
Ia juga menekankan pentingnya ketepatan jadwal, kenyamanan, dan keselamatan dalam perjalanan jamaah dari Makkah menuju Madinah.
"Begitu pula dengan proses penerbangan jamaah ke Tanah Air. Semua harus dipastikan berjalan lancar, tepat waktu, serta mengutamakan keselamatan dan kenyamanan jamaah," ujarnya.
Danang berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mempertahankan kualitas pelayanan hingga akhir penyelenggaraan ibadah haji 2026 sehingga jamaah dapat menyelesaikan rangkaian ibadah dan kembali ke Indonesia dengan aman dan nyaman.
Baca juga: Timwas DPR imbau jamaah patuh aturan petugas saat puncak haji
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































