Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyatakan 12 sekolah di daerah itu masih melakukan proses belajar mengajar di tenda darurat pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah setempat akhir November 2025.
"Saat ini ada beberapa sekolah masih belajar di tenda darurat, yaitu sekitar 12 sekolah," kata Plt Kadis Pendidikan Aceh Tengah, Salimsyah, di Aceh Tengah, Sabtu.
Ke-12 sekolah itu tersebar di Kecamatan Ketol, Bintang, dan Linge. Tetapi, kondisinya cukup bervariasi, ada yang tidak bisa dipakai sama sekali untuk proses belajar mengajar, serta lokasi sekolah awal yang terpisah oleh sungai.
Salimsyah menyampaikan, rata-rata sekolah di Aceh Tengah terdapat pembatas sungai yang melebar pascabencana, sehingga ada kekhawatiran dari anak-anak jika melintasi sungai. Keselamatan mereka tidak terjamin, sehingga terpaksa dibuat sekolah darurat sementara.
"Sehingga ada inisiatif pemerintah daerah membangun dua tempat, pertama sekolah asal, kedua ada tempat yang bisa dimanfaatkan di tenda. Ada beberapa titik seperti itu, Ketol, Bintang, dan Linge," ujarnya.
Baca juga: Siswa sekolah dasar antusias belajar di tenda darurat Kemendikdasmen
Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan ruang belajar darurat, sehingga tidak lagi di tenda sembari menunggu pembangunan sekolah permanen.
"Kita harapkan dalam waktu dekat bisa dihadirkan ruang belajar darurat, apakah di rumah atau sekolah berdekatan. Yang jelas ini terus kita usahakan secepat mungkin demi menghadirkan pendidikan yang nyaman untuk anak-anak kita," katanya.
Terkait relokasi sekolah yang berada di titik rawan bencana, lanjut Salimsyah, sesuai arahan Kemendagri pihaknya terus berupaya menyiapkan persyaratan surat tanah yang selama ini masih menjadi kendala utama pengusulan pembangunan sekolah baru.
"Karena salah satu syaratnya itu surat tanah. Saat kita ke lapangan menyerap informasi dari kepala desa dan kepala sekolah, memang terkendalanya di situ," ujarnya.
Terpisah, Ketua Tim Satgas PRR Aceh Kemendagri Imran mengatakan bahwa pemerintah daerah sedang mengupayakan sekolah sementara terhadap anak-anak yang masih belajar di tenda darurat sembari menunggu penganggaran sekolah baru.
"Dalam waktu singkat pemerintah daerah bisa sementara menggunakan sekolah yang masih bisa digunakan dari pada belajar di tenda. Sambil menunggu dibangunnya sekolah permanen. Kita harap pemkab cepat bangun sekolah sementara," demikian Imran.
Baca juga: 220 siswa SD dan SMP di Nagan Raya Aceh masih belajar di tenda darurat
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































