Tokyo (ANTARA) - Sanae Takaichi kembali terpilih sebagai Perdana Menteri Jepang dalam sidang parlemen pada Rabu (18/2), setelah Partai Demokrat Liberal (LDP) meraih kemenangan telak dalam pemilu Majelis Rendah pada 8 Februari.
Sebelum sesi reguler parlemen dimulai, kabinet Takaichi mengundurkan diri secara massal sesuai konstitusi. Ia dijadwalkan membentuk kabinet baru pada hari yang sama tanpa perubahan besar demi kesinambungan pemerintahan.
Di Majelis Rendah, Takaichi memperoleh 354 suara mayoritas dari koalisi berkuasa. Di Majelis Tinggi, ia menang putaran kedua dengan 125 suara, mengalahkan Junya Ogawa yang meraih 65 suara.
Semua menteri, termasuk Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi, Menteri Keuangan Satsuki Katayama, dan Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi, tetap menjabat.
Rabu malam ini, Takaichi dijadwalkan memberikan keterangan pers terkait kebijakan fiskalnya yang "agresif tapi terukur." Ia juga akan memaparkan rencana penghapusan sementara pajak konsumsi makanan untuk dua tahun ke depan.
Ia akan meminta kesimpulan sementara sebelum musim panas dari "dewan nasional" lintas partai tentang pembekuan pajak pangan 8 persen yang saat ini dikenakan.
Takaichi juga menyatakan ingin mendorong perubahan konstitusi agar tidak lagi bersifat pasifis (damai) — Pasal 9 dalam konstitusi Jepang melarang negara itu menggunakan kekuatan militer untuk menyerang. Ia juga ingin memperkuat kemampuan pertahanan.
Namun, amandemen konstitusi memerlukan dukungan dua pertiga anggota di kedua majelis parlemen sebelum referendum nasional digelar.
Dalam pemilu terakhir, LDP meraih rekor 316 dari 465 kursi Majelis Rendah, pertama kalinya sebuah partai di Jepang meraih mayoritas super atau lebih dari dua pertiga kursi sejak Perang Dunia II.
Di sisi lain, Takaichi harus mengelola hubungan dengan China setelah pernyataannya pada November 2025 tentang kemungkinan Jepang bertindak jika Taiwan diserang.
Sumber: Kyodo
Baca juga: Kabinet PM Jepang Sanae Takaichi resmi mundur
Baca juga: Pemilihan PM Jepang digelar Rabu, Takaichi hampir dipastikan menang
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































