Gianluca Prestianni bantah lakukan penghinaan rasial terhadap Vinicius

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pemain Benfica, Gianluca Prestianni membantah tuduhan melakukan penghinaan rasial terhadap penyerang Real Madrid, Vinicius Junior dalam laga playoff leg pertama Liga Champions 2025/26 di Stadion Da Luz, markas Benfica.

Insiden itu terjadi saat Prestianni terlihat menutup mulutnya dengan jersey ketika berbicara kepada Vinicius. Pemain Argentina berusia 20 tahun tersebut menegaskan dirinya tidak pernah melontarkan kata-kata rasis.

“Saya ingin mengklarifikasi bahwa tidak ada satu pun penghinaan rasial yang saya tujukan kepada Vini Jr, yang disayangkan salah mengartikan apa yang dia kira dengarkan," kata Prestianni dikutip dari Fabrizio Romano pada Rabu.

“Saya tidak pernah bersikap rasis kepada siapa pun dan saya menyayangkan ancaman yang saya terima dari para pemain Real Madrid.”

Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) pada Rabu mengumumkan telah menunjuk penyelidik khusus untuk mengumpulkan bukti terkait insiden tersebut.

Bila terbukti bersalah berdasarkan kode disiplin UEFA, Prestianni terancam hukuman larangan bermain hingga 10 pertandingan.

Baca juga: Dugaan rasisme di kandang Benfica, Real Madrid bela Vinicius Junior

Pertandingan sempat dihentikan hampir 10 menit setelah wasit asal Prancis, Francois Letexier mengaktifkan protokol anti-rasisme menyusul laporan dari Vinicius.

Kamera menangkap momen ketika pemain asal Brasil itu mengatakan kepada wasit bahwa Prestianni memanggilnya “monyet”.

Situasi memanas setelah Vinicius merayakan golnya pada menit ke-50 dengan menari di dekat bendera sudut lapangan.

Sejumlah suporter Benfica bereaksi dengan melempar botol dan benda lain ke arah pemain Madrid. Tidak lama kemudian, Prestianni menghampiri Vinicius dan berbicara sambil menutup mulutnya dengan jersey.

Benfica menyatakan dukungan penuh kepada Prestianni. Klub asal Portugal itu merilis video di X dan menilai para pemain Madrid yang mengaku mendengar ucapan tersebut berada terlalu jauh untuk bisa mendengarnya dengan jelas.

“Seperti yang terlihat dalam gambar, dengan jarak sejauh itu, para pemain Real Madrid tidak mungkin mendengar apa yang mereka katakan telah mereka dengar,” tulis Benfica.

Klub juga mengunggah pernyataan Prestianni disertai pesan, “Bersama, di sisimu.”

Wasit tidak memberikan kartu kuning kepada Prestianni dan dia tetap melanjutkan pertandingan sebelum diganti pada menit ke-81.

Di sisi lain, para pemain Madrid sempat mempertimbangkan untuk meninggalkan lapangan, tetapi akhirnya memutuskan melanjutkan laga yang dimenangi Madrid 1-0 tersebut.

Leg kedua akan digelar di Santiago Bernabeu pada 26 Februari mendatang, dengan pemenang agregat melaju ke babak 16 besar Liga Champions.

Baca juga: Vinicius Junior bawa Real Madrid bungkam Benfica di kandangnya

Baca juga: Arbeloa ingatkan Madrid untuk tidak remehkan tim Mourinho di leg dua

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |