Sultra usul perbaikan 12.001 unit irigasi tersier ke Kementan

1 week ago 6

Kendari (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara mengusulkan untuk penambahan dan perbaikan 12.001 unit irigasi tersier kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) guna mendukung swasembada pangan nasional 2025.

Kepala Distanak (Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan) Sultra La Ode Muhammad Rusdin Jaya di Kendari, Jumat mengatakan bahwa penambahan dan perbaikan unit irigasi tersier itu berada di 14 kabupaten dan kota di Bumi Anoa guna meningkatkan produksi pertanian dan luas area tanam.

"Jumlah yang akan kita perbaiki itu kurang lebih 12.001 unit. Namun, dalam satu unit itu meternya berbeda-beda ada yang 100 meter, 200 meter, dan 300 meter," kata Rusdin.

Rusdin menyebutkan bahwa adapun usulan perbaikan irigasi untuk 14 daerah tersebut, antara lain Kabupaten Buton, Konawe, Konawe Kepulauan, Buton Utara, Kolaka, Bombana, Muna, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Kolaka Utara, Konawe Utara, Muna Barat, serta Kota Kendari dan Kota Baubau.

Sedangkan yang belum masuk daftar perbaikan terdapat tiga daerah, yakni Kabupaten Wakatobi, Buton Selatan, dan Buton Tengah. Tetapi, ketiga daerah ini masih bisa bertambah, tergantung dari verifikasi tim lapangan.

Baca juga: Irigasi organik dibutuhkan untuk 1.000 hektare lahan di Konawe Selatan

Ia menjelaskan usulan perbaikan yang dilakukan ini, sebab ada beberapa poros irigasi tersier mengalami kebocoran dan kerusakan sehingga pasokan air di lahan pertanian menjadi tidak optimal dan juga berdampak pada hasil produksi.

“Jadi, kita prioritaskan pada lahan-lahan eksisting yang selama ini sudah tertanam agar produksi pertanian meningkat," ujarnya..

Usulan perbaikan irigasi tersebut nantinya akan diverifikasi oleh Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jendral (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) dan Dirjen Irigasi Lahan tentang kelayakan serta potensi peningkatan Indeks Pertanaman (IP) atau masuk dalam kawasan luas tambah tanam regular.

"Mudah-mudahan tahun ini disahuti oleh Kementerian Pertanian untuk segera dilakukan perbaikan. Dan, kami juga terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai IV Sulawesi Tenggara agar program ini bisa segera terealisasi,” ucap Rusdin.

Rusdin berharap, jika saluran irigasi diperbaiki secara keseluruhan maka produksi pertanian di Bumi Anoa akan meningkat pada tahun 2025, karena pasokan air yang lebih stabil dapat membantu petani meningkatkan hasil panen serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Mentan cek infrastruktur irigasi Konawe demi produktivitas pertanian

Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra
Editor: Iskandar Zulkarnaen
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |