Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat dan UPS Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta kembali menangkap 98 ekor ikan sapu-sapu di Kali Olimo, Jalan Labu, Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Tamansari, Kamis.
"Hari ini kami berhasil menangkap sebanyak 98 ekor ikan sapu-sapu dengan total berat mencapai 39 kilogram," ujar Camat Tamansari, Simson Hutagalung di Jakarta, Kamis.
Menurut Simson, pengendalian ikan sapu-sapu dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus mengurangi dominasi spesies invasif di Kali Olimo.
"Penangkapan ikan sapu-sapu ini akan dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas lingkungan dan kelestarian ekosistem sungai di wilayah Taman Sari," ujarnya.
Sebelumnya, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat menyerahkan hasil tangkapan ikan sapu-sapu kepada dinas terkait untuk dimanfaatkan sebagai pakan magot dan kebutuhan penelitian.
Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat, Betty Rahmawati mengatakan, hasil tangkapan akan diserahkan kepada Dinas PPKUKM DKI Jakarta untuk pemanfaatan tersebut.
Betty mengatakan, operasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta untuk mengendalikan populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta.
Diketahui, ikan sapu-sapu memiliki sifat invasif sehingga berbahaya bagi populasi ikan lain. Selain itu, spesies ikan ini juga membuat lubang pada dinding turap yang membuat turap cepat rapuh.
Lebih jauh, ikan sapu-sapu juga kerap diburu oknum tertentu untuk dijadikan olahan seperti siomay. Sementara, ikan itu mengandung bakteri E. coli atau Salmonella dan lebih parahnya lagi logam berat seperti timbal.
Baca juga: Ikan sapu-sapu di Jakbar dimanfaatkan untuk pakan magot dan penelitian
Baca juga: KPKP Jakbar kembali tangkap seratusan ikan sapu-sapu di Kali Olimo
Baca juga: Ratusan ekor ikan sapu-sapu kembali ditangkap di Jakbar
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































