Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara (Jakut) memetakan potensi kerawanan tawuran dan konflik sosial lewat forum diskusi terpumpun yang digelar Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara pada Kamis.
“Seluruh potensi kerawanan akan dipetakan secara detail sebagai dasar penyusunan langkah antisipasi, agar tidak terjadi lagi aksi tawuran hingga berujung kematian,” kata Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Utara Iyan Sopian Hadi, di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, rencana aksi ini akan dilaksanakan bersama-sama sampai ke tingkat paling bawah untuk memetakan potensi kerawanan tawuran maupun konflik sosial lainnya.
Ia mengatakan satu upaya yang dilakukan adalah membentuk satuan tugas (satgas) terpadu sebagai respons atas maraknya aksi tawuran yang telah menimbulkan korban jiwa dan keresahan di tengah masyarakat.
Menurut dia, beberapa kejadian yang terjadi sangat memprihatinkan dan mudah-mudahan ini menjadi yang terakhir di Jakarta Utara.
“Karena itu kami membutuhkan komitmen dan niat yang sama dari seluruh pihak untuk melakukan pencegahan," ujarnya.
Iyan menjelaskan upaya pencegahan akan dilakukan secara terpadu mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga tingkat RT dan RW.
Selain penegakan hukum, rapat koordinasi tersebut juga menekankan pentingnya pembinaan terhadap anak-anak yang terlibat tawuran.
“Pendampingan akan dilakukan bersama Balai Pemasyarakatan (Bapas), Suku Dinas Sosial, dan instansi terkait agar mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan,” kata dia.
Sementara, Dewan Kota Jakarta Utara Saipul Abu Gozali menilai, selama ini kegiatan pencegahan sering kali tidak tepat sasaran karena belum menyentuh aktor utama tawuran.
Ia mengusulkan, penguatan peran pengurus RT dan RW dalam melakukan pendataan warga secara proaktif.
"Perlu ada identifikasi dan pendataan mendetail terhadap anak muda usia sembilan hingga 17 tahun di setiap wilayah. Kami mengusulkan agar mereka didata dan didokumentasikan identitasnya oleh aparat," kata dia lagi.
Menurutnya, langkah itu bertujuan memberikan efek jera dan pesan peringatan bahwa identitas mereka telah dikantongi pihak berwenang (Kepolisian, TNI, dan Kejaksaan).
"Dengan pengawasan yang mendetail, diharapkan timbul rasa segan bagi para pemuda untuk melakukan tindak pidana karena mereka tahu sedang diawasi secara intensif," kata dia pula.
Sebelumnya Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Utara AKBP Rohman Yonky Dilatha menyatakan Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Plus Jakarta sepakat membentuk lima satuan tugas (satgas) yang akan bekerja mencegah terjadinya aksi tawuran dan konflik sosial di kota setempat
“Ada lima satgas lima yang dibentuk terdiri dari Satgas Deteksi, Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Penegakan Hukum (Gakkum), dan Satgas Bantuan,” kata Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Utara AKBP Rohman Yonky Dilatha saat Forum Grup Discussion untuk merancang strategi antisipasi aksi tawuran dan konflik sosial di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan masing-masing Satgas memiliki fungsi berbeda mulai dari deteksi dini wilayah rawan, edukasi kepada pelajar dan pemuda.
Kemudian patroli rutin, penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana, hingga pemberian layanan kesehatan serta trauma healing bagi korban maupun pelaku di bawah umur.
Baca juga: Polisi amankan tiga pemuda terduga pelaku tawuran di Jaktim
Baca juga: Jakut bentuk lima satgas cegah tawuran dan konflik sosial
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































