Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) meraih Popular Government Institutions Award 2026 yang merupakan pengakuan publik mengenai reputasi kualitas komunikasi kementerian tersebut.
"Popular Government Institutions Award ini adalah simbol pengakuan dari publik bahwa kehumasan kita sudah berada pada taraf yang baik," kata Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi Kementerian ATR/BPN Deni Santo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Penghargaan diterima langsung oleh Deni Santo dari Founder dan CEO The Iconomics Media Bram S Putro, bersama Direktur Merek, Riset, dan Strategi The Iconomics Media Alex Mulya.
Menurut Deni Santo, penghargaan yang sudah kedua kalinya dianugerahkan bagi Kementerian ATR/BPN ini menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas strategi komunikasi.
"Strategi komunikasi yang telah dibangun harus terus dilanjutkan dari pusat hingga daerah," ujarnya.
Saat bicara soal komunikasi, Deni Santo menilai bahwa kehumasan adalah pilar penting yang berfungsi sebagai corong informasi Kementerian ATR/BPN.
Menurut dia, tugas humas berhubungan erat dengan persepsi publik. Dengan komunikasi yang efektif, masyarakat tidak hanya memperoleh informasi mengenai kebijakan dan layanan pertanahan, namun juga memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi sehingga pelayanan publik dapat terus ditingkatkan.
Direktur Merek, Riset, dan Strategi The Iconomics Media Alex Mulya menjelaskan bahwa penerima penghargaan ditentukan melalui "online quantitative survey" yang melibatkan 10.000 responden dari berbagai daerah di Indonesia.
Penilaian dilakukan berdasarkan tiga parameter, yakni "business and commercial reputation, people and leadership reputation" serta "social and citizenship reputation". Institusi yang memperoleh nilai rata-rata minimal 3,75 dinyatakan sebagai penerima penghargaan, termasuk Kementerian ATR/BPN.
Baca juga: ATR/BPN sebut layanan pertanahan dapat hasilkan manfaat ekonomi
Baca juga: Layanan pengukuran tanah terjadwal ATR/BPN telah dirasakan masyarakat
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































