Warga keluhkan dampak revitalisasi Kali Cakung Lama di Kelapa Gading

6 hours ago 3
Kami warga ingin secepatnya rampung pengerjaan ini dan ingin seperti sedia kala, artinya diperbaiki seperti sedia kala.

Jakarta (ANTARA) - Warga Kampung Rawa Indah, RT 04/03, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengeluhkan dampak revitalisasi Kali Cakung Lama yang membuat tembok sejumlah rumah di beberapa RT dan Masjid Jami Al-Husna retak-retak.

“Keretakan tembok dan bangunan terjadi diduga akibat adanya aktivitas pengerjaan revitalisasi Kali Cakung Lama, Kecamatan Kelapa Gading yang sudah berjalan sejak November 2025,” kata Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Al-Husna Muhammad Ridho, di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan dampak proyek pembangunan turap kali, juga mengakibatkan adanya keretakan akses jalan di depan masjid.

"Selain itu saat pekerjaan banyak debu yang meresahkan warga. Kontur tanahnya masjid ini jadi miring, karena ini dilewati oleh alat berat,” kata dia lagi.

Dia menjelaskan kerusakan tembok dan akses jalan di depan masjid tersebut dampak pengerjaan proyek normalisasi kali dan kendaraan serta alat berat yang melintas.

Truk lewat setiap hari untuk mengeruk sedimen lumpur dan semua jalanan ambles, karena mobil yang membawa tanah hampir setiap hari melintas saat ada pengerukan.

Warga berharap agar pengerjaan revitalisasi kali tersebut cepat selesai. Pasalnya, dampak negatif yang dirasakan warga sangat banyak.

"Kami warga ingin secepatnya rampung pengerjaan ini dan ingin seperti sedia kala, artinya diperbaiki seperti sedia kala," kata dia.

Ia mengaku sisi positif dari adanya pengerjaan revitalisasi kali tersebut karena kali ini akhirnya bisa dikeruk dan diperbaiki.

"Jadi ada plusnya banyak, tapi negatifnya. Artinya manfaatnya juga banyak, dampaknya juga ada. Tapi harusnya mereka agak peka dalam proses pembangunan, lihat bangunan satu persatu," kata dia pula.

Dia mengatakan revitalisasi kali tersebut merupakan proyek Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

Ketua RW 03, Kelurahan Pegangsaan Dua, Roni mengaku dampak yang dirasakan warga, mengingat sudah banyak sekali yang dikeluhkan kepadanya.

"Kami ingin kontraktor ini duduk bareng, cari solusi terbaik seperti apa nanti," katanya pula.

Menurut dia, revitalisasi kali tersebut sudah diusulkan warga sejak tahun 201, namun baru terealisasi saat ini .

Usulan perbaikan kali itu diusung warga, karena kawasan itu kerap dilanda banjir setiap musim hujan.

"Di sini tiap tahun banjir. Kalau usulan dari 2010 sudah, baru sekarang ini terlaksana,” kata dia lagi.

Akibat adanya pengerjaan revitalisasi kali tersebut, sementara sudah ada tiga RT yang terdampak.

Menurut dia, di lokasi ini akses jalan sempit, ada alat berat melintas dan yang menyenggol rumah, ada juga yang kena asbes rumah orang.

“Yang terdampak ada RT 06, 05 dan RT 04," kata dia.

Sebelumnya warga juga mengeluhkan pembangunan turap di Kali Cakung Lama, Kecamatan Kelapa Gading dan Cilincing, Jakarta Utara karena mengakibatkan akses jalan warga terisolir.

Selain berdampak pada ekonomi warga, terputusnya jalan tersebut juga menyebabkan rusaknya pipa PAM aliran air bersih milik warga.

Hal tersebut merugikan sejumlah warga yang tinggal di RT 04/03, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Proyek pembangunan turap Kali Cakung Drain itu dikerjakan di dua sisi kanan dan kiri. Sisi kanan masuk wilayah RW 10, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing. Sedangkan sisi kiri masuk wilayah RW 03, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading.

"Pengerjaan turap mulai dari wilayah RT 01-07/RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading. Cuma persoalannya sudah 5 bulan lebih dan sampai hari ini masih mangkrak seperti ini," kata Ketua RT 04/03 Kelurahan Pegangsaan Dua Farid.

Baca juga: Banjir Jakarta, Kali Cakung Lama segera dinormalisasi

Baca juga: Normalisasi Kali Cakung Lama Rawa Indah ditargetkan rampung pada 2027

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |