Nanning (ANTARA) - Tim peneliti multinasional yang terdiri dari para akademisi asal China, Prancis, dan Belanda, yang melakukan kombinasi pengamatan fosil dan eksperimen zoologi, mengungkapkan bahwa perilaku landak menjadi faktor penting dalam pembentukan dan akumulasi fosil gua di gua-gua karst di China selatan dan daratan Asia Tenggara.
Studi ini menetapkan kerangka diagnostik regional untuk mengidentifikasi modifikasi tulang yang dipengaruhi oleh perilaku landak di Asia. Temuan ini membantu memecahkan teka-teki lama mengenai bagaimana fosil-fosil gua terbentuk, sebuah pertanyaan yang telah membingungkan komunitas akademik selama beberapa dekade.
Temuan tersebut baru-baru ini dipublikasikan di Journal of Archaeological Science: Reports.
Fosil vertebrata dari periode Kuarter yang tersimpan di gua-gua karst di wilayah China selatan dan daratan Asia Tenggara yang luas, termasuk fosil kera dan hominin, memberikan bukti ilmiah yang sangat berharga untuk mengeksplorasi asal-usul, migrasi, dan penyebaran manusia purba di Asia Timur dan Tenggara.
Bagaimana fosil-fosil tersebut bisa masuk ke dalam gua? Mengapa fosil kerangka utuh sangat jarang ditemukan, sementara kumpulan fosil didominasi oleh gigi yang terpisah-pisah, dan mengapa sejumlah besar fosil gigi menunjukkan akar yang tidak lengkap? Pertanyaan-pertanyaan ini telah lama membingungkan komunitas akademis.
Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti telah meneliti banyak bekas gigitan hewan pada permukaan fosil, yang mempersempit fokus penelitian pada hewan pengerat, khususnya landak. Sebagai anggota fauna mamalia yang paling umum dijumpai di China selatan dan daratan Asia Tenggara, landak telah tersebar luas dan memiliki populasi yang melimpah di wilayah ini sejak zaman Pleistosen.
Landak lebih menyukai tempat tinggal di dalam gua dan ia biasanya membawa berbagai bahan makanan ke dalam gua, termasuk buah-buahan dari tumbuhan dan bangkai hewan, untuk dikonsumsi atau disimpan.
Menurut Yao Yanyan, peneliti di Museum Antropologi Guangxi sekaligus penulis pertama makalah tersebut, tim peneliti memberi makan tulang hewan segar kepada landak dan mengamati bagaimana mereka mengumpulkan, menyeret, dan menggerogoti tulang-tulang tersebut. Kemudian mereka mengumpulkan tulang-tulang yang telah digerogoti dan gigi-gigi yang berserakan.
Ketika mereka membandingkan sampel eksperimental ini dengan fosil yang digali dari gua, mereka menemukan bahwa bekas gigitan, akar gigi yang hilang, dan fragmen tulang berbentuk cincin pada fosil tersebut hampir sama persis dengan bekas gigitan yang ditinggalkan oleh landak.
Selama eksperimen tersebut, landak-landak menunjukkan keinginan kuat untuk mengumpulkan tulang. Beberapa ekor landak bahkan bekerja sama untuk menyeret tengkorak sapi seberat lima kilogram, dan mereka terus menggerogotinya sampai hanya gigi-gigi kerasnya yang rontok dan berserakan di tanah, kata Yao.
"Ini menjelaskan mengapa fosil gigi mamalia berbagai ukuran, termasuk gajah Asia, babi hutan, rusa sambar, dan monyet makaka ditemukan di gua-gua ini," kata Yao.
Puluhan ribu atau bahkan jutaan tahun silam, landak, yang bertindak sebagai konsumen sekunder, mengambil sisa-sisa hewan yang ditinggalkan oleh karnivora dan membawanya ke dalam gua untuk dikunyah guna mengekstrak nutrisi. Komponen bangkai yang lebih keras, seperti gigi, kemudian dibuang dan seiring waktu terkubur di dalam gua
"Landak memainkan peran penting dalam pembentukan kumpulan fosil fauna di dalam gua," kata Wang Wei, seorang profesor di Universitas Shandong sekaligus penulis utama makalah tersebut.
Wang menjelaskan penelitian ini tidak hanya membantu para paleontolog dalam memahami pembentukan fosil yang ditemukan di gua-gua karst di Asia Timur bagian selatan dan Asia Tenggara, tetapi juga membantu para arkeolog dalam menentukan apakah hominin awal berperan dalam akumulasi endapan gua.
Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































