Gibran dorong kolaborasi sekolah dan industri dukung ekosistem EV

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mendorong terjalinnya kolaborasi antara dunia pendidikan dengan industri dalam upaya mendukung ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Wapres menegaskan hal itu saat meninjau PT Tangkas Motor Listrik Assembly Factory di Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, menyebutkan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan industri, guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan.

Langkah itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembangunan SDM unggul melalui pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri guna mendukung hilirisasi dan industrialisasi nasional.

Mengawali kegiatan, Gibran meninjau fasilitas produksi PT Tangkas Motor Listrik Assembly Factory untuk melihat secara langsung proses perakitan kendaraan listrik beserta ekosistem produksinya.

Wapres juga mencoba salah satu motor listrik produksi perusahaan otomotif itu sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri kendaraan listrik nasional.

Usai peninjauan, Gibran berdialog dengan para siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dan mahasiswa yang sebelumnya mengikuti lokakarya mengenai ekosistem produksi kendaraan listrik.

Anton, mahasiswa Politeknik Industri ATMI Cikarang, menanyakan harapan pemerintah terhadap kontribusi yang dapat diberikan mahasiswa dan sekolah dalam mendukung perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

“Apa harapan Bapak dari industri, dan juga mungkin dari negara, yang bisa kita lakukan secara konkret dari teman-teman mahasiswa, SMK-SMK gitu, kontribusi apa yang bisa kita kasih ke industri ini?” kata Anton.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Wapres menekankan kemajuan industri harus dibangun melalui kolaborasi erat antara pelaku industri dan dunia pendidikan sehingga seluruh pemangku kepentingan dapat berkontribusi dalam menyiapkan talenta masa depan.

“Saya titip ke teman-teman mahasiswa, semua pelajar, guru, dosen yang ada di sini. Kita ke depan ingin semua yang ada di sini bisa berpartisipasi. Jadi antara industri, pelaku industri, dan sekolah-sekolah bisa bekerja sama,” ujar dia.

Menurut Gibran, kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan riset bersama maupun penyelarasan kurikulum dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berubah.

“Entah risetnya, entah bisa terkait kurikulum, bisa disesuaikan dengan yang ada sekarang. Sekarang kan semuanya serba EV. Jadi yang dipelajari di sekolah harus nyambung dengan apa yang ada di industri,” katanya menambahkan.

Selain membangun sinergi dengan dunia pendidikan, Wapres juga menilai industri memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai manfaat kendaraan listrik sebagai bagian dari percepatan transisi energi nasional.

“Jadi nanti kita ingin industri juga berkontribusi ke dunia pendidikan. Dan saya kira nanti edukasi pasar, terkait awareness tentang pentingnya motor listrik, mobil listrik,” ujar dia.

Lebih lanjut, Gibran menegaskan pengembangan kendaraan listrik tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengurangan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

“Selain lebih ramah lingkungan dan lain-lain, kita ke depan harus melakukan penghematan impor minyak, impor BBM. Jadi solusinya salah satunya adalah motor listrik,” ujar dia.

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |