Sistem ganjil genap BBM subsidi berlaku untuk kendalikan antrean

5 hours ago 3

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi mulai menerapkan sistem ganjil genap untuk pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite dan solar di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pada 13–20 September 2026.

Penerapan kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengurai antrean kendaraan sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar SPBU yang sebelumnya terjadi pada sejumlah wilayah.

"Hari ini di SPBU Racing Center, kita telah menerapkan sistem ganjil-genap pada seluruh masyarakat yang isi BBM. Sampai saat ini cukup longgar," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Sulsel Fahlevi Yusuf di Makassar, Minggu.

Fahlevi saat melakukan pemantauan di lokasi tersebut mengatakan penerapan sistem ganjil genap di SPBU Racing Center menunjukkan antrean kendaraan relatif terkendali.

"Sejak pukul 08.00 hingga 18.00 WITA, antrean kendaraan tidak terlihat mengular hingga ke badan jalan," katanya.

Menurutnya, masyarakat cukup tertib mengikuti ketentuan yang diberlakukan. Petugas juga berada di lokasi untuk memberikan arahan kepada pengguna kendaraan.

"Masyarakat patuh untuk mengikuti anjuran imbauan terkait penerapan ganjil genap," ujarnya.

Baca juga: Petrofin tambah armada lintas daerah optimalkan penyaluran BBM

Baca juga: BPH Migas jamin stok BBM di Sulsel terkendali

Fahlevi menyebut kondisi antrean pada hari pertama penerapan kebijakan terlihat berbeda dibandingkan sebelumnya. Antrean kendaraan yang sebelumnya dapat memanjang hingga ke jalan, kini berada di dalam area SPBU.

"Sangat jelas dampak perbedaannya, antrean itu bahkan sudah tidak antre di jalan, di dalam SPBU saja cuma setengah," kata Fahlevi.

Ia mengatakan, sejumlah masyarakat juga mengaku mengetahui informasi mengenai penerapan ganjil genap dari pemberitaan media sosial dan kemudian memilih mengisi BBM di SPBU Racing Center karena kondisi antrean yang relatif lebih longgar.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas turut meninjau kondisi pelayanan dan penerapan sistem ganjil genap di SPBU Pertamina Racing Center.

Sementara itu, seorang warga pengguna BBM bernama Jabar mengatakan dirinya menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk mengantre.

Menurut Jabar, antrean pada hari pertama penerapan sistem ganjil genap relatif lebih pendek dibandingkan hari-hari sebelumnya.

"Kalau hari-hari sebelumnya kan antrenya lebih panjang. Ya tidak apa-apa hari ini ganjil, besok yang genapnya. Semoga tidak lama, tidak lewat seminggu sudah normal," ujarnya.

Hal senada disampaikan pengguna sepeda motor Andi Muhammad Fikri Rafi'i. Ia menilai pengaturan pengisian BBM melalui sistem ganjil genap merupakan salah satu pilihan untuk mengatasi antrean yang sebelumnya terjadi.

"Opsi ini bagus untuk mengatasi persoalan kemarin yang antreannya membludak," kata Fikri.

Ia juga mengaku memperoleh informasi mengenai penerapan sistem tersebut melalui media dan media sosial. Menurutnya, keberadaan petugas di lokasi turut membantu mengarahkan masyarakat.

Baca juga: Pemprov Sulsel terapkan pengisian BBM ganjil-genap di SPBU

Baca juga: Pertamina Patra Niaga: Antrean BBM di SPBU Makassar mulai melandai

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |