Seskab bahas percepatan infrastruktur Jatim bersama Wagub Emil

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menggencarkan modernisasi dan pembangunan infrastruktur di Provinsi Jawa Timur untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi domestik, seiring besarnya jumlah penduduk dan peran strategis wilayah tersebut dalam rantai perekonomian nasional.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (28/1).

"Dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia, yaitu sekitar 41 juta jiwa, modernisasi dan kemajuan infrastruktur Provinsi Jawa Timur memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat perputaran rantai ekonomi di wilayah tersebut," demikian petikan keterangan resmi Sekretariat Kabinet di Jakarta, Kamis.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana modernisasi dan pembangunan infrastruktur di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya, sebagai upaya memperkuat konektivitas dan meningkatkan efisiensi perputaran ekonomi.

Infrastruktur yang memadai dinilai menjadi prasyarat penting untuk menggerakkan aktivitas industri, perdagangan, dan jasa di provinsi berpenduduk terbesar kedua di Indonesia itu.

Sekretariat Kabinet juga menyebutkan bahwa dengan jumlah penduduk sekitar 41 juta jiwa, Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan program-program tersebut agar dapat memberikan dampak yang cepat dan merata bagi seluruh masyarakat Jawa Timur," katanya.

Selain pembangunan infrastruktur, pertemuan juga menyoroti kemajuan sejumlah program strategis Presiden Prabowo di Jawa Timur, antara lain Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, Swasembada Pangan, serta Program Makan Bergizi Gratis.

Program-program tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat fondasi ekonomi daerah, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |