Washington (ANTARA) - Sekutu Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah telah berupaya membujuk Presiden AS Donald Trump agar mengurungkan Ide untuk menyerang Iran selama beberapa minggu terakhir, demikian dilaporkan The New York Times.
Para sekutu AS tersebut, sebagaImana dilaporkan Sputnik pada Kamis, disebut khawatir bahwa kemungkinan serangan Amerika Serikat terhadap Iran dapat menyeret seluruh kawasan ke dalam konflik besar-besaran.
Qatar, Arab Saudi, dan Oman telah membujuk Presiden AS Donald Trump untuk menghindari serangan terhadap Iran, demikian dilaporkan News Nation awal bulan ini dengan mengutip sumber-sumber terkait. Negara-negara Teluk tersebut meminta Trump untuk “memberi Iran kesempatan.”
Protes meletus di Iran pada akhir Desember 2025 di tengah kekhawatiran atas meningkatnya inflasi yang dipicu oleh melemahnya mata uang lokal, rial Iran.
Aksi unjuk rasa semakin intensif sejak sejak 8 Januari, menyusul seruan dari Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979. Pada hari yang sama, akses internet diblokir di negara tersebut.
Di beberapa kota di Iran, protes berubah menjadi bentrokan dengan polisi ketika para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang mengkritik pemerintah. Terdapat laporan mengenai korban di kalangan aparat keamanan maupun para demonstran.
Pada akhir Desember, Trump mengatakan ia akan mendukung serangan baru terhadap Iran jika Teheran berupaya melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklirnya.
Kemudian, di tengah gelombang protes di Iran, Trump mengancam negara tersebut dengan serangan besar jika ada demonstran yang terbunuh.
Sumber: Sputni/RIA Novosti
Baca juga: Menlu Turki dan Menlu Iran bahas upaya redam ketegangan di kawasan
Baca juga: Iran bantah komunikasi dengan AS di tengah kekhawatiran perang
Baca juga: Trump: Armada besar AS siap beraksi, Iran diharap segera negosiasi
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































