- Kamis, 29 Januari 2026 10:25 WIB
Seorang warga duduk di area SDN 12 Desa Agusen, Blangkejeren yang rusak terdampak bencana banjir di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Rabu (28/1/2026). Sekolah tersebut hingga saat ini belum mendapatkan bantuan penanganan sejak terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/wsj.
Kondisi sebuah ruang kelas dan perlengkapan sekolah yang rusak dan tertimbun endapan lumpur di SDN 12 Desa Agusen, Blangkejeren, Gayo Lues, Aceh, Rabu (28/1/2026). Sekolah tersebut hingga saat ini belum mendapatkan bantuan penanganan sejak terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/wsj.
Kursi dan meja tertimbun endapan lumpur di ruang kelas SDN 12 Desa Agusen, Blangkejeren, Gayo Lues, Aceh, Rabu (28/1/2026). Sekolah tersebut hingga saat ini belum mendapatkan bantuan penanganan sejak terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/wsj.
Seorang murid berada di dalam ruang guru yang rusak dan kotor akibat endapan lumpur di SDN 12 Desa Agusen, Blangkejeren, Gayo Lues, Aceh, Rabu (28/1/2026). Sekolah tersebut hingga saat ini belum mendapatkan bantuan penanganan sejak terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/wsj.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































