Kupang (ANTARA) - Sebuah bangunan lama Sekolah Dasar Inpres Oepula di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, dilaporkan roboh dan menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia.
Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen dihubungi dari Kupang, Kamis mengatakan bangunan tersebut telah lama tidak digunakan, namun masih kerap dijadikan tempat bermain anak-anak.
“Bangunan tersebut sudah tidak difungsikan sejak 2023, tetapi sering digunakan anak-anak untuk bermain,” katanya.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Noldi Kause (9), siswa kelas 1 SD yang tertimpa reruntuhan pada bagian kepala.
Selain itu, dua anak lainnya turut menjadi korban, masing-masing mengalami luka berat dan luka ringan.
Baca juga: Tembok sekolah roboh, Wali Kota minta pelaksana proyek tanggung jawab
Peristiwa bermula saat sejumlah anak bermain di halaman sekolah dan berteduh di bangunan tua tersebut karena hujan gerimis. Tidak lama kemudian, bangunan tiba-tiba roboh dan menimpa para korban.
Warga sekitar yang mendengar suara runtuhan segera menuju lokasi untuk mengevakuasi korban dan memberikan pertolongan.
Salah satu korban luka berat langsung dilarikan ke RSUD Soe untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolres bersama jajaran kepolisian turun langsung ke lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara serta membantu proses evakuasi.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, bangunan diduga roboh akibat kondisi yang sudah lapuk dimakan usia. Bangunan tersebut diketahui telah berdiri sejak 1991 dan tidak lagi layak digunakan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bangunan tua yang berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak.
Baca juga: Tembok sekolah roboh, pelaksana proyek diminta bersihkan reruntuhan
Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































