SBY optimistis arah pembangunan nasional pemerintahan Prabowo

1 hour ago 2
Saya menilai bahwa berbicara tahun 2027, dan sekaligus menandai berlakunya APBN 2027, saya melihat bahwa arah blueprint dan agenda pembangunan yang akan dijalankan pemerintah tahun depan, menurut saya makin baik, makin jelas, dan memberi harapan baru

Jakarta (ANTARA) - Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan optimismenya terhadap arah pembangunan nasional yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan 2026.

SBY menyampaikan pandangan tersebut melalui video yang direkam di Rochester, Amerika Serikat, dan diunggah melalui akun Instagram resmi @aniyudhoyono, yang dipantau dari Jakarta, Minggu.

"Saya menilai bahwa berbicara tahun 2027, dan sekaligus menandai berlakunya APBN 2027, saya melihat bahwa arah blueprint dan agenda pembangunan yang akan dijalankan pemerintah tahun depan, menurut saya makin baik, makin jelas, dan memberi harapan baru bagi kita semuanya," kata SBY.

SBY mengatakan dirinya mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Ia juga menerima informasi dari sejumlah rekannya di Indonesia mengenai substansi pidato tersebut yang dinilainya membawa harapan baru bagi masyarakat.

Menurut SBY, gagasan pembangunan yang disampaikan pemerintah telah mengarah pada kebijakan yang tepat dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Saya tahu bahwa tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita masih cukup kuat, baik faktor domestik maupun faktor internal. Tetapi, apa yang digagas dan direncanakan oleh pemerintah menurut saya tepat," ujarnya.

Baca juga: 121 kebijakan transformatif, ABP: Prabowo tunjukkan negara hadir

Ia menilai sejumlah agenda yang disampaikan pemerintah, seperti menjaga pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran dan kemiskinan, meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta membangun infrastruktur, menjadi hal penting bagi masyarakat.

"Menurut saya ini agenda yang sangat penting," katanya.

SBY juga menyoroti target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen yang ditetapkan pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurut dia, target tersebut ambisius, tetapi tetap dapat dicapai.

Purnawirawan TNI itu menyebut pengalamannya memimpin Indonesia selama 10 tahun dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata sekitar 6 persen sebagai salah satu dasar optimismenya.

"Meskipun ambisius tidak berarti tidak bisa dicapai. Karena pengalaman saya memimpin dulu dengan 10 tahun rata-rata 6 persen. Memang, alhamdulillah kemiskinan turun secara tajam, pengangguran juga begitu, utang negara juga menurun drastis," ucapnya.

Ia menambahkan pertumbuhan ekonomi juga berdampak pada peningkatan produk domestik bruto serta pendapatan per kapita.

"Enam persen andai kata bisa diraih oleh pemerintah Indonesia akan baik dampaknya bagi rakyat kita," kata SBY.

Baca juga: Hendry: kebijakan Presiden Prabowo perkuat ekonomi kerakyatan

Karena itu, SBY berpesan kepada pemerintah agar menjaga kesehatan fiskal Indonesia, memastikan pelaksanaan program berjalan baik, serta melakukan evaluasi kebijakan secara berkala untuk mencegah penyimpangan.

"Dengan harapan baik ini saya hanya bisa berpesan ke teman-teman yang mengemban tugas di pemerintah agar tetap konsisten jaga betul kesehatan fiskal kita, kemudian implementasinya yang bagus jangan ada penyimpangan di sana-sini," pesannya.

SBY mengingatkan harapan besar terhadap pembangunan nasional tetap disertai tantangan yang tidak ringan. Karena itu, pemerintah diminta bekerja sebaik-baiknya agar agenda yang telah disampaikan kepada masyarakat dapat diwujudkan.

"Great hope, tetapi tantangan juga tidak ringan. Yang penting do the best pemimpin dan pemerintah kita agar yang disampaikan di hadapan rakyat melalui mimbar Senayan kemarin bisa diwujudkan dengan baik," kata SBY.

Saat ini SBY menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Mayo Clinic, Rochester, Amerika Serikat, sebagai tindak lanjut setelah menjalani operasi prostat pada 2021.

Kondisi tersebut membuat SBY tidak dapat menghadiri Sidang Tahunan MPR dan rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus.

Baca juga: Presiden: Digitalisasi bansos telah berjalan di 153 kabupaten/kota

Baca juga: Presiden RI: Tak ada investasi lebih berharga dari masa depan anak

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |