Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warga menceritakan perjuangan mendapatkan undangan upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Kepresidenan hingga menyiapkan busana untuk menghadiri peringatan tersebut.
“Jujur susah banget. Ini benar-benar perjuangan banget. Aku tuh sebenarnya udah nge-alarm ya, cuma ketiduran, dan pas hari kedua begitu aku bangun, aku langsung nge-war dan ternyata dapat," ujar Alin, model asal Serang, Banten, dikutip dari keterangan pers dari BPMI Sekretariat Presiden di Jakarta, Minggu.
Alin yang mengambil undangan di Gedung Krida Bhakti, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Sabtu (15/8), mengatakan bahwa dia telah menyiapkan pakaian yang akan dikenakan saat menghadiri upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara.
Ia juga mengaku ingin bertemu langsung dengan Presiden Prabowo saat menghadiri upacara tersebut.
Cerita serupa disampaikan Ilham, pengemudi ojek daring asal Lampung yang berdomisili di Cipondoh, Tangerang. Ia mengatakan telah mencoba mendapatkan undangan selama lima hari pertama, tetapi selalu gagal. Ilham kemudian kembali mencoba setelah mendapat informasi mengenai tambahan kuota.
"Pas ada info dari Menteri Sekretaris Negara katanya ada tambahan, jadi stay lagi tuh di hari Selasa, tanggal 11. Akhirnya alhamdulillah dapat,” katanya.
Setelah mendapatkan undangan, Ilham mengatakan bahwa dia paling menantikan atraksi pesawat dalam rangkaian upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. Menurut dia, menyaksikan atraksi tersebut secara langsung akan memberikan pengalaman berbeda dibandingkan melihatnya melalui televisi.
"Lebih ke atraksi pesawat segala macam karena kan kita biasa lihat di TV ya. Sekarang melihat langsung lebih senang aja gitu. Di atas kepala sendiri tinggal tengok," tuturnya.
Warga lainnya, Nurul dari Jakarta Pusat, juga mendapatkan undangan setelah mengikuti proses perebutan secara daring. Ia mengatakan ingin merasakan langsung suasana ketika lagu "Mengheningkan Cipta" dikumandangkan dalam upacara.
"Kalau aku jujur pengin dengar lagu 'Mengheningkan Cipta' secara langsung, kayaknya bikin merinding ya," ujar Nurul.
Sementara itu, Aulia, warga Bekasi, juga memperoleh undangan melalui proses war. Berbeda dengan sejumlah warga yang harus mencoba selama beberapa hari, Bagas Prasetyo, karyawan swasta asal Sukabumi, justru mendapatkan undangan pada percobaan pertamanya.
"Dibilang kok saya emang hoki, karena saya lima menit mau mulainya baru siap-siap. Langsung dapat. Orang kan berkali-kali refresh tuh nggak dapat-dapat, aku sekali masuk langsung isi data, beres semua langsung ke-kirim, langsung dapa," kata Bagas.
Saat mengambil undangan di Gedung Krida Bhakti, Bagas mengatakan prosesnya berlangsung cepat. Ia sebelumnya mendengar informasi mengenai antrean panjang, tetapi kondisi di lokasi menurutnya tidak seperti yang dibayangkan.
"Bisa dibilang lumayan cukup mudah lah. Dan waktunya juga lumayan cepat. Kan banyak berita kan orang antrenya lama segala macam, ternyata tidak kok," tuturnya.
Beragam cerita tersebut menunjukkan bahwa persiapan warga untuk menghadiri upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI telah dimulai sejak proses mendapatkan undangan, mulai dari mengikuti perebutan secara daring hingga menyiapkan pakaian yang akan dikenakan saat menghadiri upacara di Istana Kepresidenan.
Baca juga: Cerita guru dan nelayan Kepulauan Seribu akan hadiri upacara di Istana
Baca juga: Mensesneg: Persiapan upacara HUT RI di Istana capai 99 persen
Baca juga: Mensesneg: Sejumlah Presiden dan Wapres terdahulu konfirmasi hadir
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































