Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI Bambang Soesatyo meminta aparat penegak hukum mengusut pengibaran bendera bulan bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada Sabtu (15/8).
“Aparat penegak hukum harus mengusutnya secara tuntas dan menindak tegas pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Bamsoet dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Bamsoet juga mengecam penurunan bendera Merah Putih dalam peristiwa tersebut. Menurut dia, tindakan itu berpotensi mengganggu semangat perdamaian yang telah dibangun selama 21 tahun.
Ia menegaskan penegakan hukum harus dilakukan secara profesional dan terukur serta tidak berubah menjadi tindakan yang justru memperluas konflik.
Menurut dia, aparat perlu membedakan masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara damai dengan individu yang melakukan provokasi, kekerasan, perusakan, atau tindakan yang merendahkan simbol dan lambang negara.
Baca juga: Gubernur Aceh imbau warganya tak kibarkan bendera bulan bintang
Bamsoet menilai pendekatan hukum yang tepat diperlukan untuk menjaga wibawa negara sekaligus mencegah munculnya anggapan bahwa masyarakat Aceh secara keseluruhan kembali berada dalam pusaran konflik.
“Perlu dilakukan investigasi menyeluruh secara profesional, objektif, dan transparan. Jangan sampai ulah segelintir orang kemudian digeneralisasi sebagai sikap seluruh masyarakat Aceh,” ujarnya.
Mantan Ketua MPR RI itu juga meminta pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh segera melakukan evaluasi menyeluruh agar insiden serupa tidak kembali terjadi serta memastikan aspirasi masyarakat Aceh dapat terserap dengan baik.
Baca juga: Polres Bireuen periksa kapolsek terkait pengibaran Bulan Bintang
Selain itu, Bamsoet meminta seluruh elemen masyarakat Aceh, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, mantan kombatan, tokoh masyarakat, pemuda, hingga kelompok masyarakat sipil tidak terjebak provokasi.
“Aceh sudah membuktikan bahwa perbedaan dan konflik dapat diselesaikan melalui meja perundingan. Jika masih ada persoalan mengenai pelaksanaan kekhususan Aceh, kesejahteraan, sumber daya alam, infrastruktur, atau hal-hal lain yang dirasakan belum tuntas, semuanya harus diperjuangkan melalui jalur politik, hukum, dan dialog. Saya meminta semua pihak menahan diri, menjaga ketertiban, dan bersama-sama merawat perdamaian Aceh,” katanya.
Dalam rangka peringatan Hari Damai Aceh ke-21 pada Sabtu (15/8), terjadi aksi pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) atau bendera bulan bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh oleh massa yang kemudian menimbulkan kericuhan.
Baca juga: Polda Aceh periksa bekas Panglima GAM terkait pengibaran bulan bintang
Baca juga: Wali Nanggroe Aceh minta tidak ada pengganggu damai jelang milad GAM
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































