Meulaboh (ANTARA) - Bupati Aceh Barat Tarmizi melarang pelaksanaan lomba panjat pinang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia karena dinilai berisiko terhadap keselamatan peserta.
“Memeriahkan 17-an itu harus lebih kreatif, jangan lagi dengan cara-cara yang membahayakan keselamatan,” kata Tarmizi di Meulaboh, Minggu.
Menurut Tarmizi, selama ini terdapat sejumlah kasus patah tulang dan cedera lainnya yang dialami masyarakat saat mengikuti lomba panjat pinang dalam perayaan kemerdekaan di Kabupaten Aceh Barat.
Baca juga: Kenapa panjat pinang jadi tradisi 17 Agustus? Ini sejarahnya
Selain faktor keselamatan, ia mengatakan lomba panjat pinang dinilai kurang sesuai dengan kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat Aceh dari sisi historis.
“Kita butuh kegiatan yang seru, bermanfaat, dan melibatkan anak-anak muda,” ujarnya.
Tarmizi mengimbau masyarakat meninggalkan tradisi panjat pinang dan menggantinya dengan kegiatan yang lebih aman, bermanfaat, serta memiliki nilai edukatif.
Baca juga: Panjat pinang hingga gebuk bantal meriahkan HUT Ke-80 RI di Kalimalang
Ia menilai pelibatan generasi muda dalam kegiatan positif, seperti jalan santai, penting untuk membina mentalitas belajar sekaligus menjauhkan mereka dari ancaman narkoba dan perjudian.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap berbagai perlombaan dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini menjadi momentum untuk menggelar kegiatan yang lebih kreatif, aman, dan edukatif.
Baca juga: Panjat pinang kalimalang dan warisan kolektif wisata 17 Agustus
Baca juga: 7 bahaya oli bekas dalam tradisi panjat pinang yang perlu diwaspadai
Baca juga: Sejarah panjat pinang yang menjadi ciri khas dalam perayaan HUT RI
Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































