Mataram (ANTARA) - Satu calon haji kloter 1 dari Kabupaten Lombok Timur Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat gagal berangkat ke Tanah Suci, Arab Saudi pada tahun ini.
Penanggungjawab Pemeriksaan Kesehatan Haji dari Balai Kekarantinaan Kelas I Mataram, Suparlan menyebut calon haji tersebut gagal berangkat lantaran didiagnosa patah pada tulang pinggang.
"Usia calon haji ini 55 tahun dengan jenis kelamin wanita," ujarnya di Asrama Haji NTB di Mataram, Selasa.
Ia menuturkan calon haji ini dua hari sebelum masuk asrama jatuh terpeleset di lingkungan rumahnya, sehingga menyebabkan gangguan pada pinggang.
"Setelah kita rujuk ke RSUD Provinsi NTB, berdasarkan hasil pemeriksaan dan pertimbangan dia diputuskan tidak berangkat dan ditunda tahun depan pada musim haji berikutnya," terang Suparlan.
Baca juga: Kemenhaj libatkan mahasiswa UIN Imam Bonjol untuk penyelenggaraan haji
Selain satu jamaah yang harus ditunda keberangkatannya, terdapat satu jamaah harus gagal berangkat dengan kloter 1 lantaran menderita anemia. Ia akan diterbangkan pada kloter berikutnya.
"Calon haji ini berusia 87 tahun, diagnosanya kekurangan sel darah merah atau anemia, sampai saat ini kondisinya belum ada peningkatan HB, sehingga diputuskan kita tunda untuk kloter berikutnya," ujarnya.
Ia mengimbau jamaah calon haji asal NTB untuk selalu menjaga kesehatan baik fisik maupun mental karena kondisi geografis antara Arab Saudi dan Indonesia berbeda. Terutama, cuaca panas di Tanah Suci.
"Ya, kita imbau untuk tidak berada di terik matahari karena dikhawatirkan dehidrasi, kemudian berprilaku hidup bersih dan sehat dengan tidak merokok, kalau pun (rokok) itu dikurangi, sering minum air putih dan mengurangi aktivitas," katanya.
Diketahui jumlah calon haji kloter 1 dari Kabupaten Lombok Timur sebanyak 393 orang, terdiri atas wanita sebanyak 217 orang dan laki-laki 176 orang. Mereka masuk Asrama Haji NTB pada Selasa pagi dan diberangkatkan pada Rabu (22/4) dini hari.
Baca juga: Kemenhaj: 360 calon haji kloter 1 masuk Asrama Haji Embarkasi Medan
Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































