Rupiah melemah seiring harga minyak dunia terus meningkat

2 hours ago 4
Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen yang memburuk dan harga minyak mentah dunia yang masih terus naik

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada Senin pagi melemah 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.981 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp16.980 per dolar AS.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi harga minyak mentah dunia yang terus meningkat.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen yang memburuk dan harga minyak mentah dunia yang masih terus naik,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Tercatat, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) sudah mencapai 103 dolar AS per barel.

Kenaikan ini disebabkan Selat Hormuz sebagai jalur bagi pengiriman 20 juta barel minyak per hari, mengalami gangguan sejak awal Maret 2026, yang mendorong kelangkaan pasokan dan peningkatan harga minyak dunia.

Sentimen terhadap rupiah juga dipengaruhi potensi Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga sebesar 75 persen, dan peluang untuk menaikkan suku bunga di tahun ini.

“Indeks dolar AS sendiri terpantau terus naik, dengan investor sekarang memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga dan peluang untuk menaikkan suku bunga tahun ini ketimbang memangkasnya. Namun, mendekati level psikologis Rp17 ribu, diperkirakan BI (Bank Indonesia) akan intervensi,” kata Lukman.

“Harga minyak yang tinggi dipastikan akan memicu inflasi, sehingga bank sentral akan merespons dengan kenaikan suku bunga,” ungkap dia.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan berkisar Rp16.950-RP17.050 per dolar AS.

Baca juga: Analis nilai ekonomi domestik relatif stabil di tengah gejolak global

Baca juga: Jaga rupiah, BI atur ulang syarat transaksi valas mulai April 2026

Baca juga: BI perkuat ketahanan eksternal guna antisipasi eskalasi perang Timteng

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |