Banda Aceh (ANTARA) - Rumah Hunian Sementara Danantara yang menjadi hunian sementara korban banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, siap ditempati.
Koordinator Pembangunan Rumah Hunian Sementara Danantara Pidie Aceh Yusri Amri di Pidie Jaya, Jumat, mengatakan hunian sementara tersebut terdiri delapan blok dengan 162 unit atau kamar.
"Progres pembangunannya sudah 100 persen dan kini siap ditempati. Pengerjaannya tersisa saat ini penyelesaian dapur umum, kamar mandi, dan toilet, yang tersisa tinggal sedikit lagi," katanya.
Rumah Hunian Sementara Danantara tersebut dibangun di kompleks kantor pemerintahan Kabupaten Pidie Jaya. Hunian sementara korban bencana tersebut dibangun sejak 5 Januari 2026
"Pembangunan hunian sementara ini melibatkan 400 pekerja. Pekerja dibagi dua shif setiap hari, siang dan malam. Kendala pembangunan jika hujan dan angkutan material dari Medan," katanya.
Rumah Hunian Sementara Danantara dengan luas setiap unit atau kamarnya 4,5 meter kali 4,5 meter. Setiap unit dipasang meteran listrik pra bayar dengan dua ranjang dan kasur serta satu lemari.
Setiap blok terdiri enam unit kamar dan memiliki dapur umum yang dilengkapi taman bermain anak-anak. Selain itu juga dibangun sejumlah kamar mandi yang terpisah dari blok hunian.
Kamar mandi laki-laki dan perempuan terpisah. Kamar mandi perempuan lebih banyak dan memiliki tempat ganti pakaian serta berhias, kata Yusri Amri.
"Masing-masing kamar mandi disediakan tempat cucian dan menjemur pakaian dengan luas disesuaikan dengan jumlah penghuni hunian tersebut," katanya.
Rumah hunian sementara tersebut, kata dia, juga dilengkapi taman bermain anak-anak serta lapangan futsal yang bisa digunakan anak-anak dan remaja. Setiap lorong blok hunian dipasang rumput sintesis.
"Lanskap hunian ini dibangun dengan kesan hijau agar warga yang menempati bisa melupakan bencana yang mereka alami. Hunian ini juga dilengkapi ruang serba guna yang dapat dijadikan musala," kata Yusri Amri.
Yusri Amri mengatakan pihaknya hanya menyiapkan pembangunan hunian sementara tersebut. Selanjutnya, rumah hunian tersebut diserahkan kepada pemerintah daerah.
"Nantinya, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya yang menentukan siapa saja yang menempati Rumah Hunian Sementara Danantara tersebut," kata Yusri Amri.
Baca juga: KSP: Huntara Danantara di Aceh Tamiang sudah sesuai saran Presiden
Baca juga: BNPB kebut 711 huntara banjir Aceh Utara rampung jelang Ramadhan
Baca juga: Cegah penyakit menular, Kemenkes "fogging" huntara di Aceh Tamiang
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































