Singapura (ANTARA) - Perusahaan teknologi kesehatan asal Belanda, Philips memperkenalkan strategi inovasi pemantauan pasien terbaru, "Innovation Summit" di Singapura, Rabu, yang dirancang untuk membantu rumah sakit mengatasi kekurangan tenaga kerja serta meningkatkan koordinasi layanan perawatan.
Pendekatan ini memanfaatkan platform terbuka berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menghubungkan data pasien lintas berbagai rumah sakit dan pengaturan layanan kesehatan.
Managing Director Philips Asia Pasifik, Stephanie Sievers menyebutkan dengan memanfaatkan salah satu basis instalasi pemantauan terbesar di dunia serta pengalaman inovasi selama puluhan tahun, Philips membantu sistem kesehatan mengatasi tantangan ini sekaligus memungkinkan implementasi di seluruh skala sistem.
"Teknologi pemantauan pasien Philips, yang dibangun berdasarkan pengalaman inovasi selama puluhan tahun, mendukung perawatan jutaan pasien setiap tahunnya," katanya.
Dengan menggabungkan otomatisasi, AI, dan data yang terhubung, solusi ini menghasilkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti serta peringatan cerdas untuk membantu tim medis mendeteksi risiko lebih awal, mengambil keputusan lebih cepat, dan berkolaborasi secara lebih efektif.
Philips bermitra dengan rumah sakit untuk memungkinkan tim layanan kesehatan bertindak lebih awal dan merespons secara efektif dalam skala besar.
Baca juga: Philips andalkan inovasi perawatan kesehatan berbasis AI di China
“Melalui kolaborasi lokal dan regional yang kuat, kami menghadirkan solusi yang dirancang berdasarkan kebutuhan nyata dunia klinis, guna memastikan layanan diberikan pada saat yang paling dibutuhkan," kata Stephanie.
Head of Monitoring, Philips APAC, Sharad Jhingan saat mengisi acara Philips APAC Innovation Summit di Singapura, Rabu (29/4/2026). ANTARA/Ilham KausarSalah satu inovasi spesifik yang ditampilkan kepada para profesional kesehatan dalam acara tersebut adalah "Enterprise Command and Care Coordination Center", yang memungkinkan pemantauan jantung serta pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat.
"Pemantauan nirkabel (wireless) menyediakan wawasan real-time mengenai aktivitas jantung dan tanda-tanda vital, sementara algoritma berbasis AI mengidentifikasi pola dan menandai tanda awal kelainan seperti aritmia dan serangan jantung. Manajemen alarm sendiri membantu memprioritaskan peringatan agar dapat ditindaklanjuti secara tepat waktu," kata Head of Hospital and Ambulatory Monitoring, Philips Asia Pasifik, Sharad Jhingan.
Pendekatan ini juga mendukung berbagai kondisi kompleks lainnya, termasuk nyeri dada, gagal jantung, dan penyakit pernapasan kronis.
Menurutnya, alur kerja perawatan virtual yang terintegrasi, termasuk proses penerimaan, pemulangan, dan observasi berbasis kamera, membantu mengurangi beban tenaga medis di sisi pasien tanpa mengurangi konsistensi pengawasan.
"Selain itu, teknologi pemantauan jarak jauh pihak ketiga dan perangkat wearable juga dapat diintegrasikan ke dalam stasiun pusat melalui solusi interoperabilitas Philips. Hal ini memperluas pemantauan hingga ke layanan rawat jalan dan aturan pasca-pemulangan pasien, sehingga mendukung kesinambungan perawatan pasien," ucapnya.
Baca juga: Kemenkes-Royal Philips teken MoU perkuat ketahanan sistem kesehatan RI
Baca juga: AI bantu atasi masalah kurangnya tenaga medis di Indonesia
Ia juga menambahkan sejumlah rumah sakit yang bekerja sama dengan Philips telah melaporkan hasil-hasil yang nyata, antara lain, mengurangi hingga 40 persen alarm ICU yang tidak relevan secara klinis atau tidak perlu; pengurangan jam perawatan ICU sebesar 69 persen serta penghematan biaya sekitar 1.770 dolar AS per pasien pada keseluruhan biaya rumah sakit.
Selain itu, penurunan kejadian serangan jantung hingga 86 persen; dan penghematan biaya sekitar 1,2 juta dolar AS, penghapusan 420.000 baterai dan 6,5 juta lembar kertas melalui digitalisasi alur kerja.
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































