Rudi Garcia akui laga pertama Piala Dunia selalu sulit bagi Belgia

5 days ago 15

Jakarta (ANTARA) - Pelatih timnas Belgia Rudi Garcia mengakui pertandingan pertama di Piala Dunia selalu berjalan sulit setelah timnya ditahan imbang Mesir 1-1 pada laga Grup G Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium, Selasa.

Menurutnya, menghadapi salah satu kekuatan terbaik Afrika membuat Belgia harus bekerja keras untuk mengamankan satu poin.

"Laga pertama dalam kompetisi seperti Piala Dunia selalu sulit, terutama saat menghadapi salah satu tim terbaik Afrika seperti Mesir. Hal terpenting adalah kami tetap berada dalam pertandingan," kata Garcia usai laga yang dilansir dari FIFA.

Belgia sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Emam Ashour pada menit ke-19. Namun, The Red Devils berhasil bangkit pada babak kedua setelah tekanan Romelu Lukaku memaksa bek Mesir Mohamed Hany mencetak gol bunuh diri pada menit ke-66.

Garcia menilai keberhasilan Belgia menyamakan kedudukan menunjukkan pentingnya kontribusi seluruh pemain di dalam skuad.

Baca juga: Belgia terhindar dari kekalahan setelah imbang 1-1 lawan Mesir

Dia menyebut peran pemain yang masuk dari bangku cadangan menjadi salah satu faktor yang membantu timnya terhindar dari kekalahan.

"Kami mampu menyamakan kedudukan berkat pemain yang masuk dari bangku cadangan. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya seluruh pemain dalam skuad ini," ujar pelatih asal Prancis tersebut.

Meski gagal mengamankan kemenangan, Garcia tetap mengapresiasi jalannya pertandingan yang menurutnya mempertemukan dua tim berkualitas.

"Ini adalah pertandingan yang hebat antara dua tim yang sangat bagus," tutur Garcia.

Hasil imbang membuat Belgia dan Mesir sama-sama mengoleksi satu poin di klasemen sementara Grup G Piala Dunia 2026. Persaingan untuk lolos ke babak berikutnya pun masih terbuka bagi kedua tim.

Baca juga: Livano Comenencia, pengukir sejarah timnas Curacao

Baca juga: Rodri: Penyelesaian akhir Spanyol belum maksimal lawan Tanjung Verde

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |