Jakarta (ANTARA) - Pemimpin grup idola Korea Selatan BTS Kim Nam Joon atau yang akrab disapa sebagai RM, mengalami cedera saat latihan sehingga harus menggunakan gips dan membatasi gerakan selama konser “BTS THE COMEBACK LIVE | ARIRANG” di Gwanghwamun, Korea Selatan.
Menurut laporan Korea Times pada Jumat (20/3) waktu setempat, BigHit Music mengatakan pada hari Jumat bahwa RM mengalami cedera pergelangan kaki saat berlatih untuk penampilan pada hari Kamis.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan keseleo tulang navikular tambahan dan robekan sebagian ligamen serta lainnya. Dokter menyarankan agar ia mengenakan gips kaki dan meminimalisir gerakan setidaknya selama dua minggu sambil fokus pada pemulihan.
Baca juga: Sisi lain RM BTS terkuak dalam dokumenter "Right People, Wrong Place"
“Karena panggung comeback di Gwanghwamun ini sangat simbolis, sang artis sendiri mengungkapkan keinginan yang kuat untuk memberikan penampilan yang lengkap dan berkualitas tinggi. Namun, setelah memprioritaskan saran medis dan untuk mencegah perburukan cedera lebih lanjut, perusahaan dan sang artis membuat keputusan sulit untuk membatasi gerakan RM selama konser,” kata mereka.
Agensi kemudian memohon pengertian para penggemar dan penonton yang telah menantikan panggung “comeback” tersebut.
Meskipun akan ada keterbatasan dalam penampilannya, RM disebut tetap berpartisipasi di atas panggung sebisa mungkin dan berharap dapat terhubung dengan ARMY dan penonton.
“Karena banyak yang telah lama menunggu penampilan ini, ia akan melakukan yang terbaik untuk memberikan penampilan terbaiknya,” ujar BigHit.
Agensi juga menyatakan akan terus memprioritaskan kesehatan dan keselamatan artis dan akan sepenuhnya mendukung RM agar ia dapat pulih sepenuhnya dan kembali beraktivitas dengan performa terbaik.
Baca juga: RM BTS beberkan akhirnya mendapatkan SIM di usia 31 tahun
Baca juga: RM bagikan pemikiran BTS yang sempat pertimbangkan bubar
Baca juga: RM BTS ditunjuk jadi pembicara utama pada KTT CEO APEC 2025 di Korsel
Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































