Washington (ANTARA) - Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada Kamis (19/3) menunjukkan bahwa sekitar 65 persen warga AS percaya Presiden AS Donald Trump akan mengerahkan pasukan darat untuk serangan militer skala besar melawan Iran.
Sementara itu, hanya 7 persen yang mendukung langkah itu.
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 77 persen dari Partai Republik menyetujui serangan AS terhadap Iran, sementara 6 persen dari Partai Demokrat dan 28 persen dari kelompok independen menyetujuinya.
Secara keseluruhan, sekitar 37 persen responden menyetujui perang tersebut, dan 59 persen tidak menyetujuinya.
Menurut laporan tersebut, sekitar sepertiga warga Amerika mengatakan mereka akan mendukung pengerahan sejumlah kecil pasukan khusus ke Iran, dan 55 persen menentang pengerahan pasukan apa pun ke Iran, baik dalam jumlah besar maupun kecil.
Survei tersebut dilakukan terhadap 1.545 orang dewasa AS selama tiga hari. Margin kesalahan sekitar 3 poin persentase.
Sebelumnys pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil. Iran lantas melakukan serangan balasan di wilayah Israel, serta terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya mengeklaim melakukan serangan "pencegahan" untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi mereka segera memperjelas bahwa mereka ingin membuat perubahan rezim kekuasaan di Iran.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas pada hari pertama operasi militer. Republik Islam Iran kemudian menyatakan masa berkabung selama 40 hari.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri Rusia lantas mengecam operasi AS dan Israel terhadap Iran, dan menyerukan agar permusuhan tersebut segera dihentikan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Trump minta Netanyahu tak lagi serang ladang migas Iran
Baca juga: Iran mulai gunakan rudal Haj Qasem dalam perang lawan AS-Israel
Baca juga: AS evakuasi lebih dari 50.000 warganya dari Timteng sejak 28 Februari
Penerjemah: Katriana
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































