Iran sebut tidak sedang berunding dengan AS, ancam negara sekutu

2 hours ago 3

Istanbul (ANTARA) - Iran saat ini tidak sedang berunding dengan Amerika Serikat, demikian keterangan pejabat senior parlemen Iran pada Kamis, sambil memperingatkan negara mana pun yang mengizinkan wilayahnya atau pangkalannya digunakan melawan Iran akan dianggap musuh.

Pernyataan tersebut bertentangan dengan pernyataan Trump sebelumnya bahwa para pejabat Iran ingin bernegosiasi tetapi "belum siap."

Juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri majelis Ebrahim Rezaei menyampaikan pernyataan itu setelah pertemuan dengan pejabat militer dan pertahanan Iran untuk membahas operasi medan perang melawan AS dan Israel.

Dia juga memperingatkan bahwa negara mana pun yang membuka wilayah atau pangkalannya kepada pasukan musuh dalam bentuk apa pun akan dianggap sebagai musuh.

Di saat yang sama, Rezaei memastikan keamanan telah dipulihkan di Pulau Kharg dan ekspor minyak masih berlanjut.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa serangan Amerika telah menghancurkan sebagian besar fasilitas militer pulau itu tetapi membiarkan pusat-pusat minyak tetap utuh.

Serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dan dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Teheran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Trump dorong sekutu AS mulai beroperasi di Selat Hormuz usai konflik

Baca juga: Trump sebut tak perlu dukungan sekutu untuk amankan Selat Hormuz

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |