Wagub Sumut: majukan kualitas pendidikan Nias Barat butuh kolaborasi

4 hours ago 7
...Kebersamaan menjadi kunci mempercepat kemajuan pendidikan di Kepulauan Nias yang masih menghadapi berbagai keterbatasan

Medan (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan, bahwa memajukan kualitas pendidikan di wilayah Kepulauan Nias, Sumut, membutuhkan kolaborasi dan komitmen seluruh pihak.

"Kebersamaan menjadi kunci mempercepat kemajuan pendidikan di Kepulauan Nias yang masih menghadapi berbagai keterbatasan," ucap Surya usai mengunjungi SMA Negeri 1 Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Kepulauan Nias, Sumatera Utara, Selasa.

Wagub mengajak pemerintah daerah, para kepala sekolah, tenaga pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan secara bersama-sama mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata.

Menurutnya, pembangunan kualitas pendidikan di daerah yang hingga kini dikategorikan sebagai daerah tertinggal masih membutuhkan dukungan secara menyeluruh.

Oleh karena itu, pembenahan pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak saja, tetapi juga harus dilakukan secara bersama-sama.

"Keinginan-keinginan ini harus kita kolaborasikan secara bersama, sehingga apa yang menjadi keinginan kita bersama bisa diwujudkan," ujar Surya.

Baca juga: Pemprov Sumut: Pembangunan di Kepulauan Nias berjalan sesuai rencana

Wagub juga berpesan kepada para guru agar menjalankan tugas mendidik dengan tulus dan ikhlas agar menjadi teladan bagi para siswa se- Kepulauan Nias.

Pihaknya menekankan, seorang guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan sebagai orang tua dan pendidik yang membentuk karakter anak.

"Didiklah anak kita ini dengan tulus dan ikhlas, menjadi teladan bagi anak-anak kita. Kita itu bersikap, bertindak sebagai orang tua, sebagai pendidik," jelasnya.

Surya juga mengungkapkan, bahwa terdapat perbedaan antara menjalankan profesi sebagai seorang guru, dan menjadi seorang pendidik.

"Pengabdian seorang guru tidak semestinya hanya diukur dari materi yang diterima. Memberikan ilmu kepada generasi muda merupakan bagian penting dalam membangun masa depan daerah," tutur dia.

Baca juga: Gubernur Sumut dukung lahirnya tenaga kesehatan di Kepulauan Nias

Sedangkan seorang pendidik harus memahami setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda, sehingga proses pembelajaran tidak dilakukan dengan menyamaratakan kemampuan seluruh siswa.

"Misal dari 32 anak yang kita berikan ilmu, belum tentu 32 ini sama kemampuannya. Pendidik tidak bisa memukul rata semua kemampuan anak sama," tutur Surya.

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu mengatakan, terdapat 31 satuan pendidikan SMA/SMK/SLB di wilayahnya. Namun, salah satu kendala dihadapi adalah keterbatasan jumlah pengawas sekolah.

"Ini juga menjadi masalah kenapa mutu pendidikan di seluruh sekolah kami ini. Kalau tidak ada afirmasi, maka kami tidak ada kesempatan masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri)," katanya.

Oleh sebab itu, jelas Eliyunus, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Nias Barat, Kepulauan Nias ini masih berada di angka 66,05 poin.

"Ini masih jauh di bawah rata-rata Sumatera Utara dan wilayah Kepulauan Nias, karena IPM terendah di tempat kami," tutur dia.

Bupati juga menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Nias Barat mengapresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut atas berbagai program pembangunan yang telah dilakukan di daerahnya.

"Kami juga berharap pembangunan dan peningkatan fasilitas pendidikan ini meningkatkan kemampuan para siswa, sehingga mampu bersaing siswa dari daerah lain," papar Eliyunus.

Baca juga: Gubernur siapkan Rp2 miliar bangun rumah produksi kelapa di Nias Utara

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |