Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka pendaftaran tahap pertama Pelatihan Peningkatan Kapasitas Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Go Global bagi 40 ribu peserta pada Rabu (12/8/2026) hingga Minggu (16/8/2026).
"Program SMK Go Global merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan talenta-talenta muda Indonesia agar memiliki kompetensi, keterampilan, dan kesiapan yang dibutuhkan oleh pasar kerja global," ujar Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa.
Ia menuturkan program tersebut dirancang dengan pendekatan berbasis kebutuhan pasar kerja di sejumlah bidang prioritas, mulai dari kesehatan, hospitality (jasa pelayanan), manufaktur, transportasi, konstruksi, agrikultur, pelayaran dan kelautan, hingga bahasa asing.
Peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan keterampilan teknis, tapi juga dibekali kemampuan bahasa, pemahaman budaya, disiplin kerja, serta pengetahuan mengenai hak dan kewajiban sebagai pekerja migran agar dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kehidupan sosial di negara tujuan.
Calon peserta dapat memperoleh informasi mengenai persyaratan, jenis pelatihan, jadwal, mekanisme pendaftaran, serta ketentuan program melalui kanal informasi resmi KP2MI dan 23 Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) di seluruh Indonesia, salah satunya akun Instagram @kemenp2mi.
Pendaftar harus berusia minimal 18 tahun dan melampirkan fotokopi Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan terdekat.
Peserta juga perlu melengkapi surat pernyataan kesanggupan mengikuti program peningkatan kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk pemenuhan kebutuhan pasar kerja luar negeri, surat pernyataan berminat bekerja ke luar negeri, surat izin dari orang tua/wali/suami/istri, serta fotokopi ijazah pendidikan terakhir.
Para pendaftar juga dapat mengunggah dokumen keterampilan teknis, bahasa, atau pengalaman di bidang pekerjaan yang dipilih, tapi tidak bersifat wajib.
Peserta pun diharapkan memiliki kartu kuning (AK-1) atau surat keterangan pencari kerja dari dinas yang membidangi ketenagakerjaan setempat.
"Untuk masyarakat yang berminat, silakan mengikuti informasi resmi yang disampaikan KP2MI maupun BP3MI. Jangan menggunakan informasi dari sumber yang tidak resmi. Kami ingin seluruh proses pendaftaran berlangsung secara transparan, mudah diakses, dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan," imbuh Mukhtarudin.
Baca juga: KP2MI rancang Program SMK Go Global tingkatkan brain circulation
Baca juga: Pemerintah tekan pengiriman PMI ilegal lewat program SMK Go Global
Baca juga: Pemerintah buka pendaftaran peserta SMK Go Global pada 12 Agustus
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































