Jakarta (ANTARA) - Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mendorong pengembangan hilirisasi singkong berbasis perempuan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan, ekonomi desa, UMKM, koperasi, dan kemandirian keluarga.
"Singkong jangan berhenti sebagai bahan mentah. Kowani ingin membangun ekosistem dari petani, perempuan, UMKM, koperasi, perguruan tinggi, industri, hingga pasar nasional dan internasional," kata Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan hal itu ketika mengunjungi Rumah Tempe Cassava Srikandi TS dan Dapur Hulya di Bogor, Jawa Barat.
Pihaknya melihat besarnya potensi singkong untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan sehat, inovatif, bernilai tambah, serta berpeluang masuk ke pasar modern dan industri.
Menurut dia, singkong harus naik kelas dari komoditas tradisional menjadi sumber inovasi dan kekuatan ekonomi baru.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya menggagas kompetisi Kowani Cassava Innovation Challenge 2026 - 2028 dengan tema "Dari Singkong Menjadi Nilai Tambah untuk Indonesia".
Baca juga: Ketum apresiasi banyak perempuan hebat bersatu jaga marwah Kowani
Kompetisi nasional ini akan mendorong organisasi perempuan, perguruan tinggi, mahasiswa, SMK, UMKM, koperasi, peneliti, dan masyarakat desa menciptakan inovasi berbasis singkong, mulai dari future food, pangan sehat, inovasi daun singkong, zero waste cassava, bioteknologi, produk industri, hingga womenpreneur innovation.
Ia menambahkan produk terbaik hasil kompetisi tersebut akan mendapatkan penghargaan penghargaan, serta diarahkan menuju inkubasi, standardisasi, sertifikasi, desain kemasan, business matching, akses pembiayaan, produksi, ritel modern, hingga peluang ekspor.
"Kowani tidak hanya duduk membicarakan persoalan perempuan. Kami turun ke bawah, menemukan potensi, mengolahnya dengan ilmu pengetahuan, lalu membawanya naik menjadi kekuatan ekonomi perempuan Indonesia," kata Nannie Hadi Tjahjanto.
Upaya ini, katanya, akan diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, petani, koperasi, organisasi perempuan, lembaga pembiayaan, dan offtaker, sekaligus dikembangkan melalui pilot project desa dan roadmap hilirisasi singkong nasional.
Baca juga: Gaungkan Tempe Goes to UNESCO, Kowani gelar fun walk 10.000 langkah
Baca juga: Kowani ajak masyarakat kibarkan Merah Putih sepanjang Agustus
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































