RI-China dorong kemitraan energi bersih berbasis ketahanan nasional

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri (BSKLN Kemlu) menekankan penerapan konsep dynamic resilience atau ketahanan nasional sebagai fondasi kemitraan energi bersih antara Indonesia dengan China.

“Melalui ketahanan nasional yang kuat, kerja sama yang berkelanjutan merupakan langkah strategis Indonesia dalam menavigasi dinamika geopolitik dan geoekonomi global,” kata Kepala BSKLN, Muhammad Takdir melalui pernyataan pers di Jakarta, Rabu, merujuk pernyatannya di forum Indonesia-China Track 1.5 Dialogue.

Takdir menyampaikan bahwa berangkat dari pemikiran akan pentingnya konsep ketahanan nasional, dialog menekankan pentingnya kemitraan energi bersih yang melampaui perdagangan dan investasi.

Kemitraan yang setara perlu mengedepankan aspek riset dan inovasi, transfer teknologi, serta pelibatan aktif masyarakat hingga level lokal, katanya.

Senada, Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri, Zelda Wulan Kartika, mengatakan bahwa model kemitraan transformatif Indonesia-China dapat memajukan kebijakan luar negeri, kerja sama industri, inovasi, serta keterlibatan masyarakat.

“Model ini diharapkan dapat memperkuat dampak nyata kemitraan energi bersih Indonesia-China,” ucapnya.

Indonesia-China Track 1.5 Dialogue yang bertajuk “Shaping a Joint Foreign Policy Approach toward a Transformational Model for Clean Energy Partnership”, merupakan kelanjutan dari dua Dialog Nasional sebelumnya yang diadakan pada Agustus dan September 2025.

Dialog yang berlangsung di Tangerang pada 27-28 Januari tersebut bertujuan untuk memperkuat konsolidasi stakeholders Indonesia dan China dalam merumuskan pendekatan serta modalitas kemitraan energi bersih kedua negara.

Sebagai forum 1.5 track, dialog dihadiri sejumlah pemangku kepentingan Indonesia dan China dari unsur pemerintah, kementerian dan lembaga, serta unsur dunia usaha, akademisi, lembaga riset dan think tank.

Acara ditutup dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara firma konsultan kebijakan publik yang berbasis di Jakarta, Synergy Policies dengan China New Energy International Alliance (CNEIA).

Penandatangan tersebut bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam pembuatan rekomendasi kebijakan, riset, dan pengembangan kapasitas.

BSKLN Kemlu berharap peningkatan hubungan tersebut dapat mendasari kerja sama energi bersih Indonesia dengan mitra strategis, termasuk China, secara berkelanjutan.

Baca juga: China bantah Trump: Ladang angin Tiongkok kapasitas terbesar di dunia

Baca juga: Pertamina NRE gandeng China garap proyek energi bersih di Indonesia

Baca juga: China akan terapkan batas wajib konsumsi energi EV pertama di dunia

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |