Ratusan Pecalang Desa Adat Tuban berpatroli selama Nyepi

9 hours ago 5

Badung, Bali (ANTARA) - Sebanyak 133 orang pecalang Desa Adat Tuban diterjunkan untuk melakukan pengamanan selama pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, Kamis.

Mereka bertugas menjaga ketertiban dan memastikan masyarakat mematuhi aturan Nyepi dengan tidak beraktivitas di luar rumah.

Sekretaris Desa Adat Tuban I Gede Agus Suyasa mengatakan para pecalang dibagi dalam dua shift untuk menjalankan tugas selama 24 jam penuh.

Selain itu, mulai pukul 18.00 Wita, pengamanan juga akan mendapat dukungan dari unsur kedinasan.

“Kurang lebih ada 133 pecalang dengan dua shift, dan mereka bertugas selama 24 jam penuh. Kami juga didukung oleh Bakamda (Bantuan Keamanan Desa Adat) dari kedinasan,” ujarnya.

Untuk memperkuat pengawasan, Desa Adat Tuban telah menyiapkan 14 pos penjagaan yang tersebar di seluruh wilayah.

Setiap pos diisi sekitar enam pecalang guna memastikan pengawasan berjalan maksimal.

“Di Tuban kami membuat 14 pos, dan di setiap wilayah sudah diisi kurang lebih enam pecalang,” katanya.

Ia menjelaskan, patroli yang dilakukan bertujuan untuk mengecek kesiapan petugas di masing-masing pos sekaligus memantau kegiatan yang dilakukan selama Nyepi berlangsung.

Selain itu, pecalang juga mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif kepada masyarakat agar tetap berada di dalam rumah dan tidak berkeliaran di jalan.

“Kami memastikan secara edukatif dan persuasif agar masyarakat tidak keluar dari rumah dan tidak berkeliaran di jalan,” jelasnya.

Hingga pagi hari, pihaknya mengaku belum menemukan adanya masyarakat yang melanggar aturan Nyepi.

Hal ini menunjukkan tingkat kesadaran dan kedisiplinan warga Desa Adat Tuban yang dinilai sudah sangat baik.

“Belum ada temuan masyarakat yang berkeliaran. Kami yakin masyarakat sudah sangat tertib mengikuti imbauan dari bendesa dan pecalang,” tambahnya.

Meski demikian, terdapat satu kejadian darurat terkait warga yang sakit dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Terkait wisatawan, ia memastikan seluruh tamu yang menginap di hotel juga mematuhi aturan Nyepi.

Hal ini berkat kerja sama yang baik antara pihak desa adat dengan manajemen hotel.

“Kami sudah bekerja sama dengan pihak hotel, sehingga manajemen sudah mengingatkan para tamunya untuk tetap tertib dan tinggal di hotel masing-masing,” pungkasnya.

ANTARA berkesempatan untuk melakukan patroli bersama Pecalang Desa Adat Tuban ke beberapa titik seperti Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Jalan Tol Bali Mandara, beberapa ruas jalan, pusat perbelanjaan hingga rumah-rumah warga.

Suasana sepi menyelimuti Tuban tanpa ada deru kendaraan bermotor, dan suara manusia. Semua orang berdiam diri di rumah masing-masing maupun di tempat-tempat penginapan.

Baca juga: Petugas amankan WNA Amerika keluyuran saat Nyepi di Bali

Baca juga: Peringati Hari Raya Nyepi 2026, BRI Peduli salurkan 2.000 paket sembako bagi warga desa di Bali

Baca juga: Akademisi: Nyepi dari keheningan menuju refleksi global

Pewarta: Rolandus Nampu/Fikri Yusuf
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |