Purwokerto (ANTARA) - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Priatin Hadi Wijaya mengungkapkan adanya peningkatan aktivitas Gunung Slamet, Jawa Tengah, yang perlu diwaspadai bersama oleh pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah sekitarnya.
“Gunung Slamet ini meliputi lima kabupaten (Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes), sehingga hasil pemantauan kami perlu dikenalkan kepada para pemangku kepentingan agar ada kesiapsiagaan bersama,” kata Kepala PVMBG Priatin di sela kegiatan “Sosialisasi Mitigasi Bencana Geologi di Wilayah Gunung Api Slamet” yang digelar di Purwokerto, Kamis.
Ia mengatakan sosialisasi tersebut menjadi langkah penting untuk menyampaikan perkembangan terkini aktivitas gunung api kepada pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tokoh masyarakat agar respons yang dilakukan lebih terarah.
Menurut dia, terdapat dua indikator utama yang menunjukkan peningkatan aktivitas Gunung Slamet yakni kenaikan suhu kawah dan aktivitas kegempaan vulkanik.
Baca juga: BPBD Banyumas siaga hadapi potensi erupsi Gunung Slamet
Berdasarkan hasil citra termal tim PVMBG, kata dia, suhu kawah Gunung Slamet mengalami peningkatan signifikan. Sebelum Maret 2026 suhu berada di kisaran 280 derajat Celcius, kemudian meningkat menjadi 418 derajat Celcius, dan terbaru mencapai sekitar 460 derajat Celcius.
Selain itu data kegempaan menunjukkan adanya peningkatan gempa berfrekuensi rendah (low frequency) yang mengindikasikan pergerakan magma dari bagian dalam menuju ke kedalaman yang lebih dangkal.
“Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika di dalam tubuh gunung api, sehingga perlu kewaspadaan bersama,” katanya menjelaskan.
Dalam melakukan pemantauan, lanjutnya, PVMBG mengombinasikan metode visual dan instrumental, seperti kamera pemantau (CCTV), seismograf, tiltmeter, dan Electronic Distance Measurement (EDM) untuk memantau deformasi tubuh gunung.
Baca juga: PVMBG: Aktivitas Gunung Slamet belum meningkat, namun tetap waspada
Jika peningkatan aktivitas terus berlanjut dan direkomendasikan oleh tim ahli, PVMBG dapat melakukan evaluasi terhadap status Gunung Slamet yang saat ini berada pada Level II atau Waspada.
“Jika memungkinkan terjadi kenaikan aktivitas dan direkomendasikan oleh tim ahli kami, maka evaluasi hingga peningkatan status harus segera dilakukan,” kata Priatin.
Sementara itu Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah (Jateng) Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan sosialisasi tersebut menjadi dasar penting bagi daerah dalam memperkuat mitigasi bencana.
Ia juga menekankan pentingnya peran desa tangguh bencana sebagai garda terdepan dalam menghadapi potensi erupsi.
Baca juga: PVMBG perluas batas aman kawah puncak Gunung Slamet
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































