Pusdalops catat 126 luka dan 42 hilang akibat bencana di Sumut

15 hours ago 4

Medan (ANTARA) - Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara (Sumut) mencatat sebanyak 126 orang mengalami luka-luka dan 42 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana alam yang melanda provinsi itu.

Berdasarkan laporan yang diterima di Medan Senin, sebanyak 126 orang yang luka dan 46 masih hilang tersebut tersebar di empat dari 19 kabupaten/kota di Sumut yang terdampak bencana.

Baca juga: Pusdalops catat korban bencana alam di Sumut bertambah jadi 374 orang

Pusdalops mendata 126 yang mengalami luka-luka tersebar di Kabupaten Tapanuli Utara tiga orang, Kabupaten Tapanuli Tengah tujuh orang, Kabupaten Tapanuli Selatan 46 orang dan Kota Sibolga 68 orang.

Sedangkan korban yang masih dinyatakan hilang tersebar di Kabupaten Tapanuli Utara dua orang, Kabupaten Tapanuli Tengah 35 orang, Kabupaten Tapanuli Selatan empat, dan Kabupaten Humabang Hasundutan satu orang

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan laporan tersebut merupakan data sementara yang diterima Pusdalops PB Sumut

"Data merupakan update 9 Januari 2026 pukul 17.00 WIB," ujarnya.

Baca juga: Pusdalops: 14.937 orang masih mengungsi akibat bencana di Sumut

Baca juga: Pusdalops: 205 luka dan 58 orang hilang akibat bencana alam di Sumut

Pusdalops mendata 19 kabupaten/kota yang terlanda bencana alam, yakni Kota Medan, Kota Tebingtinggi, Kota Binjai, Kota Padangsidimpuan, dan Kota Sibolga. Selain itu, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Serdangberdagai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Kabupaten Pakpak Bharat.

Kemudian, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Asahan Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Mandailing Natal, serta Kabupaten Batubara

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |