Purbaya terus perbaiki Coretax guna redam "shortfall" pajak tahun ini

15 hours ago 4
Coretax kami perbaiki lagi. Sudah bagus, tapi kemarin ada interface yang lambat lagi, kami perbaiki lagi. Terus kami monitor kinerja setiap kantor pajak

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan terus memperbaiki sistem Coretax Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk meredam pelebaran selisih realisasi dengan target (shortfall) pajak pada tahun 2026.

Kementerian Keuangan memperkirakan penerimaan pajak pada akhir tahun mencapai Rp2.310,8 triliun, setara 98 persen dari pagu Rp2.357,7 triliun. Artinya, terdapat selisih Rp46,9 triliun dari target yang ditetapkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Saat dikonfirmasi wartawan di Kompleks Parlemen Jakarta, Selasa, Purbaya mengaku mengandalkan Coretax sebagai strategi meningkatkan pendapatan pajak.

Per semester I-2026, penerimaan pajak tercatat mencapai Rp1.035,7 triliun, tumbuh 24,6 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp831,3 triliun.

Menkeu optimistis perbaikan kinerja itu turut ditopang oleh strategi reformasi perpajakan, termasuk sistem Coretax.

“Coretax kami perbaiki lagi. Sudah bagus, tapi kemarin ada interface yang lambat lagi, kami perbaiki lagi. Terus kami akan monitor kinerja setiap kantor pajak,” kata Purbaya.

Baca juga: Menkeu: Pendapatan APBN capai 46,3 persen pada semester I-2026

Baca juga: Purbaya proyeksi defisit APBN 2026 melebar jadi 2,85 persen dari PDB

Di sisi lain, Bendahara Negara itu juga mengatakan akan bersikap lebih tegas terhadap pegawai DJP, terlebih bila ada yang melanggar kode etik maupun melakukan penyelewengan.

Pembenahan organisasi turut menjadi strategi Purbaya untuk meningkatkan pendapatan negara.

Hingga sejauh ini, ia meyakini sudah ada perbaikan di kalangan internal pegawai. Namun, bila masih ada pegawai yang bekerja kurang optimal, ia membuka ruang untuk merumahkan karyawan yang bersangkutan.

“Sekarang saya juga boleh merumahkan orang. Saya akan merumahkan kalau mereka tidak kerja dengan bagus. Tapi, rata-rata sekarang sudah lebih baik,” ujarnya.

Di samping penerimaan pajak, pendapatan kepabeanan dan cukai diperkirakan mencapai Rp320,6 triliun pada akhir tahun, setara 95,4 persen dari pagu Rp336 triliun.

Secara keseluruhan, pendapatan negara diperkirakan melampaui target APBN 2026, dengan proyeksi Rp3.208,1 triliun atau 101,7 persen dari pagu Rp3.153,6 triliun.

Baca juga: Menkeu pastikan kebijakan Presiden telah pertimbangkan risiko fiskal

Baca juga: Purbaya seleksi usulan tambahan anggaran K/L Rp984 triliun

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |