Medan (ANTARA) - PSMS Medan membawa pulang satu poin usai bermain imbang 2-2 melawan tuan rumah Sumsel United pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu.
Gol PSMS dicetak Phillerson Oliveira menit ke lima dan Javier Siverio menit ke-29. Sementara gol tuan rumah Sumsel United dicetak Fajar Firdaus pada menit ke-49 dan Hibiki Mochizuki sembilan menit kemudian.
Pelatih PSMS, Eko Purdjianto mengaku laga tandang pertama musim ini memang tidak mudah. Dia menilai para pemain sudah berusaha maksimal untuk mendapatkan kemenangan.
“Pertandingan seru pada laga awal away tidak mudah, tapi pemain telah berusaha untuk mendapatkan tiga poin. Yang terjadi adalah kami dapat satu poin,” katanya.
Menurut Eko, PSMS sebenarnya mampu tampil dominan dan menciptakan sejumlah peluang, terbukti pada babak pertama mereka unggul 2-0 dari tuan rumah. Hanya saja, performa tim mengalami penurunan setelah memasuki babak kedua.
“Kami tampil dominan dan banyak peluang. Pada babak kedua kami lengah, kurang konsisten. Kartu merah juga sangat berpengaruh kepada tim,” ujarnya.
Baca juga: PSIS Semarang raih poin penuh pada pembukaan Championship 2026/2027
Eko mengaku sudah mengingatkan pemain saat jeda agar tetap menjaga konsentrasi. Namun, PSMS justru kebobolan pada awal babak kedua yang kemudian mengubah jalannya pertandingan.
“Babak kedua tadi saya sampaikan kami harus konsisten. Kami lengah pada menit pertama babak kedua sehingga terjadinya gol, tambah satu gol lagi dan ada kartu merah. Tapi, pemain tetap berjuang. Kami harus perbaiki pada laga berikutnya,” tegasnya.
Eko juga menilai permainan PSMS pada babak kedua terlalu terburu-buru. Sirkulasi bola yang tidak tenang membuat tim kehilangan kontrol permainan.
“Babak kedua terlalu buru-buru, memberikan bola buru-buru selalu ke depan. Ditambah gol pertama dari Sumsel menambah kehilangan konsentrasi kami. Tapi itulah pertandingan,” katanya.
Selain mengevaluasi hasil pertandingan, Eko turut menyinggung regulasi I.League yang mewajibkan klub memainkan dua pemain U-21.
Menurut dia, aturan tersebut harus segera direspons dengan memberikan kesempatan, sekaligus menjaga perkembangan pemain muda.
“I.League menerapkan dua pemain U-21, tentu ada tujuannya untuk tim nasional. Kami harus cepat adaptasi untuk pertandingan ke depannya. Kami tetap jaga pemain muda untuk berikutnya,” ucap Eko.
Baca juga: Tiket Persela vs Persis ludes, 10.600 suporter siap penuhi Surajaya
Sementara, pemain senior PSMS Manahati Lestusen menegaskan tim datang ke Palembang dengan target tiga poin. Meski gagal membawa kemenangan, dia memilih mengambil sisi positif dari hasil tersebut.
“Kami di sini fokus ambil tiga poin, cuma dalam pertandingan kami dapat satu poin. Kami syukuri hasilnya. Mungkin selanjutnya, kami akan perbaiki apa yang jadi kekurangan kami,” kata Manahati.
Manahati melihat regulasi pemain U-21 sebagai kesempatan penting bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding. Tapi, keputusan mengenai pemanfaatan pemain muda tetap diserahkan kepada tim pelatih.
“Bagi saya, aturan itu bagus buat pemain muda, buat jam terbang mereka. Kami kembalikan lagi ke pelatih karena dia lebih paham,” ujarnya.
Hasil imbang tersebut membuat PSMS mengawali kompetisi dengan satu poin.
Eko Purdjianto memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki konsistensi permainan jelang laga berikutnya menghadapi Persiku Kudus di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu (20 September 2026) pukul 15.30 WIB.
Pewarta: Juraidi
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































