Jakarta (ANTARA) - Seorang pria yang diduga memikul mayat terbungkus karung di wilayah Krendang, Tambora, Jakarta Barat pada Sabtu (7/2) malam sekira pukul 18.58 WIB, ternyata menjadi korban salah tuduh.
Setelah ditelusuri pihak kepolisian, ternyata pria tersebut membawa seekor biawak hidup, bukannya mayat.
"Iya, biawaknya itu masih hidup. Karena enggak ada duit, dia jalan kaki (pikul biawaknya)," kata Kasat Reskrim Polsek Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin.
Berdasarkan hasil penyelidikan, pria itu rupanya membeli biawak itu di salah satu pasar hewan di kawasan Petojo untuk dipelihara. "Ya kan di pasar hewan itu ada, yang jual-beli gitu. Mau dipelihara," jelas Arfan.
Pihaknya pun telah menemui langsung pria yang ada dalam video viral itu di kontrakannya.
"Polisi mendatangi ke tempat kontrakannya, diklarifikasi. Dia menggunakan baju sesuai dengan yang di video itu. Ya sudah, benar. Jadi tidak kita bawa ke Polsek, hanya klarifikasi karena tidak ada pelanggaran juga kan. Memang dia mau pelihara," tuturnya.
Arfan pun memastikan tidak ada tindak pidana yang dilakukan pria itu. "Dia ingin merawat aja. Jadi istilahnya kerjanya (pekerjaan pria itu) ya bisa dibilang macam-macam lah, enggak menetap," tutur Arfan.
Sementara itu, dalam video viral yang diunggah oleh akun Instagram @infojakbar24, pria itu mengenakan baju kaos lengan panjang berwarna hitam, celana jins sobek serta sepatu berwarna hitam, tanpa sama sekali menutup wajahnya.
Ia berjalan di antara rumah-rumah warga sambil memanggul sesuatu yang terbungkus karung berwarna putih. Isi karung itulah yang diduga oleh orang yang merekam CCTV sebagai mayat.
Baca juga: Polisi selidiki pria diduga manggul mayat di permukiman Jakbar
Baca juga: Ada luka sobek pada pelipis mayat pria di Tambora
"Ini kepalanya nih. Diduga membawa mayat, entah orang mana dan ini kakinya tuh," kata suara dalam video mengidentifikasi bentuk dalam karung yang dipanggung oleh pria itu.
Awalnya ia berjalan lurus menuju arah CCTV. Kemudian ia berbelok ke kanan, lalu berbalik ke arah kiri hingga hilang dari pantauan CCTV.
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































