Pemprov PBD dukung identifikasi kerangka Prajurit Jepang di Tambrauw

4 hours ago 2
...Ini adalah kerja sama kemanusiaan yang sangat penting, baik bagi keluarga prajurit Jepang maupun bagi masyarakat setempat

Sorong (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah Jepang untuk melakukan pencarian, pengumpulan, dan identifikasi kerangka prajurit Jepang yang gugur pada Perang Dunia II di Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu di Sorong, Senin, mengatakan Pemprov PBD telah menerima pemaparan resmi rencana kegiatan dari Tim Gabungan Indonesia–Jepang yang akan melaksanakan proyek kemanusiaan tersebut.

Menurut dia, kegiatan ini merupakan kerja sama resmi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang yang telah terjalin sejak 2019.

“Ini adalah kerja sama kemanusiaan yang sangat penting, baik bagi keluarga prajurit Jepang maupun bagi masyarakat setempat. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mendukung penuh agar kegiatan ini berjalan lancar,” ujar Gubernur Elisa Kambu.

Berkaitan dengan upaya itu, Pemerintah Jepang melakukan tatap muka dengan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu pada, Senin (9/2/2026) untuk membahas identifikasi kerangka prajurit Jepang di Kabupaten Tambrauw.

Baca juga: PM Ishiba tabur bunga di makam prajurit Jepang pejuang Kemerdekaan RI

Koordinator Proyek Yuni Suka dari sektor tenaga kerja dan kesehatan mengatakan kegiatan ini dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, yang dalam pelaksanaannya diwakili oleh Kementerian Kebudayaan Jepang.

"Tim pelaksana harian terdiri dari tim Indonesia dan tim Jepang, dengan fokus pada pencarian dan identifikasi tulang belulang prajurit Jepang melalui metode ilmiah, termasuk analisis DNA sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya.

Pada tahap awal, katanya, tiga orang perwakilan kementerian Jepang telah tiba di Sorong, dan direncanakan sejumlah anggota tambahan akan bergabung pada tahap berikutnya.

"Kegiatan ini juga melibatkan keluarga prajurit Jepang, Museum Perang Pasifik di Jepang, serta perwakilan Kedutaan Besar Jepang," ujarnya.

Dia mengatakan, lokasi pencarian didasarkan pada arsip dan laporan militer Amerika Serikat yang menyebutkan sedikitnya enam titik yang diduga sebagai lokasi pemakaman prajurit Jepang di Kabupaten Tambrauw.

Baca juga: Peninggalan perang dunia II di Biak potensial jadi tujuan wisata STC

Karena peristiwa tersebut terjadi sekitar 80 tahun lalu, sehingga kondisi lapangan diperkirakan telah banyak berubah, maka keterlibatan dan pengetahuan masyarakat setempat sangat dibutuhkan untuk membantu memastikan lokasi-lokasi yang dimaksud.

Selain Sausapor, tim juga memperoleh informasi terkait dugaan keberadaan kuburan prajurit Jepang di wilayah Desa atau Kampung Emaus, yang di beberapa titik dilaporkan memiliki monumen peninggalan perang.

"Pemerintah Jepang secara rutin melaksanakan kegiatan penghormatan kepada prajurit yang gugur setiap bulan Agustus, termasuk melalui taman peringatan khusus sebelum kerangka yang berhasil diidentifikasi diserahkan kepada pihak keluarga," katanya.

Dalam proses pencarian, tambah dia, tim bekerja sama dengan kementerian terkait di bidang pendidikan dan penelitian untuk pengambilan sampel serta pemeriksaan DNA.

Baca juga: Sempat terpendam, benteng peninggalan Jepang ditemukan di Indramayu

Proses ini membutuhkan waktu yang cukup panjang, mulai dari pencarian hingga analisis ilmiah, dengan tujuan utama mengembalikan sebanyak mungkin kerangka yang teridentifikasi kepada keluarga prajurit.

Karena dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan tulang belulang yang ditemukan guna mencegah kontaminasi DNA.

"Keberadaan benda-benda pribadi seperti tempat minum, kalung identitas, foto keluarga, atau sikat gigi dinilai sangat membantu proses identifikasi," bebernya.

Dalam pelaksanaan lapangan, tim akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan kepala desa dan tokoh adat setempat sebelum melakukan penelitian atau penggalian.

Dia memastikan bahwa seluruh proses akan melibatkan masyarakat, disaksikan aparat desa dan pihak terkait, serta dilaksanakan secara terbuka dan sesuai prosedur.

Baca juga: Mengunjungi SD Arahama peninggalan tsunami Jepang

Baca juga: Bunker Dan Gua Peninggalan Jepang Akan Dipugar

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |