Pramono soroti pentingnya puskesmas pembantu untuk warga di RW kumuh

3 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyoroti pentingnya puskesmas pembantu untuk mengatasi persoalan kesehatan yang ada di RW kumuh di ibu kota.

“Puskesmas-puskesmas pembantu seperti inilah yang juga nanti akan berperan serta untuk lebih menurunkan lagi persoalan yang ada di RW kumuh di Jakarta, karena saya ingin Jakarta semakin baik, semakin bersih,” ungkap Pramono saat dijumpai di Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II, Senin.

Seperti diketahui, terdapat 11 kriteria untuk menentukan status kumuh pada tingkat RT yang kemudian diagregasi di tingkat RW, di antaranya kepadatan penduduk, kepadatan bangunan, konstruksi bangunan tempat tinggal, kondisi ventilasi dan pencahayaan bangunan tempat tinggal, serta tempat buang air besar.

Kriteria lainnya, yaitu cara membuang sampah, frekuensi pengangkutan sampah, keadaan saluran air, keadaan jalan lingkungan, penerangan jalan umum, dan tata letak bangunan.

Baca juga: Pram berkomitmen penuhi kebutuhan akan puskesmas pembantu di Jakarta

Dengan demikian, kehadiran puskesmas pembantu dinilai dapat membantu masalah kesehatan yang kerap dialami oleh warga yang tinggal di RW kumuh.

Sebelumnya, Pramono sempat mengungkapkan adanya penurunan jumlah Rukun Warga (RW) yang masuk dalam kategori kumuh di Jakarta.

Berdasarkan hasil pendataan terbaru yang berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah RW kumuh di Jakarta saat ini menurun menjadi 211 dari 445 RW pada 2017.

Pramono pun menginstruksikan jajarannya agar lebih mendalami hasil pendataan tersebut guna memperbaiki kehidupan masyarakat Jakarta.

"Walaupun nanti ada 1.900 yang sebelumnya dianggap sudah tidak kumuh, tetapi saya juga setuju untuk lebih diperdalam. Jadi, ada penurunan RW kumuh dari 445 di tahun 2017 menjadi 211 di tahun ini. Penurunannya kurang lebih 52,58 persen," ujar Pramono.

Baca juga: Dinkes DKI upayakan pembangunan puskesmas pembantu di 15 kelurahan

Baca juga: Puskesmas Gedong miliki gedung baru usai tujuh tahun mengontrak

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |