Kupang, NTT (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat di mayoritas wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (18/5) hingga Rabu (20/5).
“Adanya sirkulasi siklonik di Laut Flores yang menyebabkan daerah belokan, perlambatan dan pertemuan angin di wilayah NTT sehingga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif dan berpeluang menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat,” kata Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang Listy Kurnianingrum di Kupang, Senin.
Ia juga menjelaskan terdapat dinamika atmosfer skala regional, yaitu aktifnya Gelombang Ekuatorial Rosbby dan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berdampak terhadap kondisi cuaca berupa hujan di wilayah NTT.
Ia menyebutkan pada Senin (18/5) wilayah yang berpotensi mengalami hujan berintensitas sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Kota Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Pulau Sumba.
Baca juga: Senin, BMKG: Hujan ringan dan kabut landa mayoritas kota besar RI
Sementara wilayah dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat, yakni Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Ende, Ngada, dan Manggarai Barat,
Pada Selasa (19/5) wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Lembata, Alor, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Pulau Sumba.
Sementara wilayah dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat sehingga patut siaga yakni Manggarai Barat, Sikka, dan Flores Timur.
Baca juga: BMKG:Waspada potensi hujan disertai angin kencang di Sumut hari ini
Pada Rabu (20/5) wilayah dengan potensi curah hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Malaka.
Adapun Kabupaten Sabu Raijua berpotensi angin kencang pada 18-20 Mei 2026.
Selain itu tercatat kelembapan udara pada lapisan 850 hingga 500 mb terpantau cukup tinggi berkisar antara 70-90 persen, mendukung pertumbuhan awan hujan secara vertikal di beberapa wilayah NTT.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah tersebut mewaspadai dampak hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
Baca juga: BMKG prakirakan Jakarta diselimuti awan di Senin pagi
Pewarta: Yoseph Boli Bataona
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































