Jakarta (ANTARA) - Musyrif Diny (Konsultan Ibadah) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Asrorun Niam Sholeh meminta jamaah calon haji Indonesia untuk memperbanyak ibadah, menjaga kesehatan, dan memperdalam pemahaman manasik menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Jangan hanya sekadar berangkat ke Tanah Suci tanpa membekali diri dengan ilmu manasik haji. Karena haji adalah ibadah mahdhah yang harus memenuhi syarat, rukun, serta ketentuan keagamaan,” kata Asrorun Niam yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Saat ini jamaah calon haji Indonesia gelombang pertama telah berada di Makkah Al-Mukarramah. Sementara jamaah gelombang kedua diberangkatkan dari Tanah Air langsung menuju Makkah.
Asrorun meminta jamaah memperbanyak zikir, munajat, dan shalat berjamaah selama berada di Tanah Haram. Bagi jamaah yang sehat dan akan melaksanakan shalat di Masjidil Haram mesti memanfaatkan fasilitas transportasi yang tersedia serta memperhatikan kondisi kesehatan.
Baca juga: Kesiapan fasilitas Armuzna lampaui 90 persen jelang puncak haji
Adapun jamaah yang memiliki uzur dapat melaksanakan shalat berjamaah di masjid sekitar tempat tinggal masing-masing di Makkah.
Ia menegaskan seluruh pemondokan jamaah Indonesia berada di kawasan Tanah Haram yang memiliki keutamaan tersendiri, tidak terbatas hanya di area Masjidil Haram.
Selain itu pembimbing ibadah diminta mengintensifkan pembekalan fikih haji praktis kepada jamaah, terutama terkait syarat dan rukun haji, kewajiban yang harus dilaksanakan, larangan yang perlu dihindari, serta amalan-amalan sunnah pada waktu dan tempat tertentu.
Asrorun Niam juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji.
Baca juga: Kemenhaj sediakan 15 porsi makanan siap santap saat puncak haji
“Jangan memforsir diri, aji mumpung. Fokus dan prioritaskan persiapan rangkaian ibadah haji mulai 8 sampai 13 Zulhijah, terutama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujarnya.
Menurut dia, ibadah haji tidak hanya merupakan ibadah ruhaniyah, tetapi juga ibadah jasmaniyah yang membutuhkan kebugaran fisik serta ibadah maliyah yang memerlukan kesiapan biaya.
Ia juga mengajak jamaah untuk mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah haji, keselamatan keluarga, serta kedamaian dan kesejahteraan bangsa Indonesia.
“Jangan lupa mendoakan Presiden dan para pemimpin negeri untuk dapat memimpin dan membangun bangsa Indonesia dengan adil, bijaksana,” kata Asrorun Niam.
Baca juga: Wamenhaj imbau jamaah perbanyak istirahat jelang puncak haji
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































