Polri imbau masyarakat manfaatkan diskon tarif tol saat arus balik

6 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengimbau masyarakat memanfaatkan kebijakan diskon tarif tol yang berlaku pada 26-27 Maret 2026 saat arus balik sebagai upaya mendistribusikan arus kendaraan agar tidak terpusat dalam satu waktu.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Ketupat 2026 Brigadir Jenderal Polisi Tjahyono Saputro mengatakan pengelolaan arus balik akan dilakukan secara optimal, sebagaimana saat arus mudik guna memastikan perjalanan masyarakat tetap aman, lancar, dan nyaman.

"Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 merupakan hasil sinergi seluruh stakeholder, mulai dari TNI, kementerian terkait hingga pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat," ujar Tjahyono dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Selain itu, dia menyampaikan Polri turut mengantisipasi adanya peningkatan mobilitas masyarakat pasca Lebaran 2026, khususnya fenomena bangkit mudik.

Fenomena bangkit mudik merujuk pada lonjakan mobilitas masyarakat yang terjadi tepat setelah pelaksanaan Shalat Idul Fitri.

Istilah tersebut menggambarkan pergerakan warga yang baru memulai perjalanan pulang kampung atau melakukan kunjungan silaturahim segera setelah prosesi ibadah Lebaran selesai, yang berpotensi memicu kepadatan arus lalu lintas secara mendadak.

Maka dari itu, Tjahyono mengingatkan kembali imbauan Kapolri terkait potensi meningkatnya mobilitas masyarakat pasca Shalat Idul Fitri.

"Polri bersama seluruh jajaran meningkatkan kesiapan personel di lapangan, baik dalam pengaturan lalu lintas maupun pengamanan di titik-titik rawan kepadatan," tuturnya.

Adapun, pemotongan harga 30 persen diberlakukan pada tarif jalan tol di 25 ruas Sumatera dan Jawa. Diskon berlaku pada 15-16 Maret serta 26-27 Maret 2026.

Untuk dapat menikmati potongan tarif 30 persen selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026, pengguna jalan yang melakukan perjalanan jarak jauh (barrier gate to barrier gate) diwajibkan melakukan transaksi menggunakan satu kartu uang elektronik yang sama untuk proses tap in dan tap out dengan saldo yang mencukupi.

Data asal perjalanan dan golongan kendaraan harus terbaca dengan baik di sistem transaksi tol. Potongan tarif tidak berlaku apabila transaksi dengan saldo uang elektronik tidak mencukupi atau tidak terbaca asal dan golongan kendaraan.

Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, diperkirakan sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran tahun ini.

Lima provinsi tujuan terbanyak pada mudik kali ini, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.

Baca juga: Penerapan diskon tarif tol kurangi volume kendaraan saat puncak mudik

Baca juga: Kapolri: Puncak arus balik Idul Fitri diprediksi mulai 24 Maret 2026

Baca juga: Korlantas Polri siapkan one way nasional pada puncak arus balik

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |