Jakarta (ANTARA) - Rangkuman berita politik populer pada Rabu (19/8) mencakup penanganan pemerintah terhadap bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan pengiriman bantuan logistik dan tenaga kesehatan terus dilakukan.
Pemerintah mencatat total 253 ton bantuan telah dikirim hingga hari kelima, sementara lima pesawat membawa tambahan 65 ton logistik dan TNI AU menyiagakan enam pesawat angkut untuk mendukung distribusi bantuan. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian juga turun langsung ke Ende untuk mengevaluasi penanganan dan kebutuhan pemulihan pascagempa.
Di sisi pertahanan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan sinyal bahwa Indonesia akan menerima lebih banyak pesawat tempur baru pada masa mendatang.
Selengkapnya, simak berita terpopuler politik Antaranews berikut
Lima pesawat bawa 65 ton bantuan ke NTT pada hari kelima
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah telah mengirimkan total 253 ton bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga hari kelima penanganan.
Mendagri inspeksi penanganan dan pemulihan pascagempa di Ende
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan inspeksi sekaligus mengevaluasi penanganan dan kebutuhan pemulihan pascagempa di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
TNI AU kirim nakes tangani korban gempa di NTT
TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengirim tenaga kesehatan (nakes) untuk membantu menangani ma aaa aasyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8).
Menhan isyaratkan ke depan RI kedatangan banyak pesawat tempur baru
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memberikan isyarat bahwa ke depan Indonesia akan kedatangan pesawat tempur dengan jumlah lebih besar.
TNI AU siagakan enam pesawat angkut logistik ke NTT
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan pihaknya menyiapkan enam pesawat untuk mengirim bantuan logistik ke lokasi bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































