Jakarta (ANTARA) - Tim panahan compound Indonesia mulai menunjukkan peningkatan performa setelah melakukan pergantian dan penyesuaian sejumlah peralatan dalam persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Pelatih compound Indonesia Lilies Handayani mengatakan sejumlah atlet mengganti anak panah, nock, dan string sebelum kembali melakukan tuning terhadap perlengkapan masing-masing.
"Baru beberapa hari anak-anak ganti panah, ganti nock, ganti string, sudah mulai naik. Sudah bagus," kata Lilies saat ditemui di Jakarta, Sabtu.
Perbaikan tersebut menjadi bagian dari persiapan akhir sebelum tim meningkatkan porsi simulasi pertandingan dalam sekitar satu bulan menjelang Asian Games 2026.
Lilies mengatakan simulasi tidak dibuat dengan pola yang sama setiap hari karena tim pelatih berusaha menjaga atlet agar tidak jenuh.
Baca juga: Perpani sudah kantongi tim untuk Asian Games 2026
Salah satu variasi yang diterapkan adalah memberikan sasaran khusus dengan hanya menghitung tembakan yang mengenai X.
"Kalau terus-menerus tes mereka bosan juga. Jadi kami harus kreatif memberikan variasi. Misalnya pakai target 10-X, nanti hanya X yang dihitung," ujarnya.
Compound dipertandingkan dari jarak 50 meter dengan diameter lingkaran nilai 10 hanya delapan sentimeter. Pertandingan ditentukan berdasarkan akumulasi poin sehingga konsistensi setiap anak panah menjadi faktor penting.
Lilies mengatakan program simulasi selanjutnya akan disusun dengan mengacu pada kebutuhan atlet ketika memasuki fase eliminasi Asian Games 2026.
Jika tim menemukan kelemahan pada skenario tertentu, porsi latihan pada situasi tersebut akan diperbanyak.
"Kalau sudah mulai konsisten, tinggal meningkatkan kualitas. Programnya nanti kami sesuaikan dengan pertandingan di Asian Games," katanya.
Baca juga: Perpani siapkan 10 pemanah andalan bersaing pada Asian Games 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































