Polisi sempat minta mahasiswa untuk bertahan sebelum lanjutkan aksi ke Patung Kuda

6 days ago 5

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sempat bernegosiasi dengan kelompok mahasiswa di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, agar mereka menahan diri untuk sementara waktu sebelum melanjutkan unjuk rasa menuju kawasan Patung Kuda.

​Langkah ini diambil menyusul adanya prioritas penggunaan jalur Sudirman-Thamrin untuk rangkaian kendaraan tamu negara.

​"Teman-teman mahasiswa yang mengarah ke Patung Kuda sementara waktu kita minta menunggu sejenak di Benhil. Saat ini, pihak dari kepolisian sedang berupaya bernegosiasi maupun berkomunikasi dengan mereka," kata Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Robby Hefados saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

​Robby menjelaskan penahanan sementara pergerakan massa ini berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi, yakni perlambatan kendaraan di pertigaan Benhil bagi masyarakat yang hendak menuju arah Bundaran Hotel Indonesia (HI) maupun Patung Kuda.

​Kendati terjadi kepadatan di titik tersebut, Ditlantas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa pihaknya belum memberlakukan pengalihan atau rekayasa lalu lintas secara total di jalur protokol.

​"Kalau untuk rekayasa lalu lintas sejauh ini tidak ada," ujar Robby.

​Sebagai antisipasi perlambatan, pihak kepolisian mengarahkan para pengguna jalan yang hendak menuju ke arah utara Jakarta untuk menggunakan jalur alternatif demi menghindari kepadatan di kawasan Benhil.

​Sebagai rute alternatif, masyarakat diarahkan melalui kawasan Slipi atau Kuningan.

Polisi pun menyiagakan personel untuk mengarahkan kendaraan sejak dari Simpang Susun Semanggi.

​Pihak kepolisian mengimbau kepada pengguna jalan untuk tetap bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan selama proses komunikasi dengan kelompok mahasiswa berlangsung.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memberikan perhatian khusus terhadap sterilisasi jalur lintasan kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Jakarta pada Senin yang berlangsung bersamaan dengan pengamanan sejumlah aksi unjuk rasa di ibu kota.

​Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan bahwa seluruh personel yang bertugas wajib memastikan jalur VIP bagi tamu negara tersebut tetap aman dan kondusif.

​"Pastikan jalur VIP Presiden Jerman steril dan terkendali," ujar Direktur Pengamanan Objek Vital (Dir Pamobvit) Polda Metro Jaya Kombes Pol Joko Sulistio saat membacakan amanat Kapolda Metro Jaya dalam apel gelar pasukan pengamanan di Jakarta, Senin.

​Asep menjelaskan selain mengawal dan melayani hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi melalui unjuk rasa, Polri juga mengemban tugas negara untuk mengamankan jalannya kunjungan resmi Presiden Jerman.

​Sejumlah rute yang menjadi fokus perhatian pengamanan ketat meliputi kawasan Halim Perdanakusuma, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, Gerbang Pemuda, Jalan Asia Afrika, hingga kawasan TVRI.

​Kapolda secara tegas meminta jajarannya untuk mengantisipasi agar tidak ada massa aksi yang bergeser atau meluas hingga memasuki jalur lintasan tamu negara tersebut.

​"Maka dari itu, sepanjang jalur tersebut harus dipastikan steril, aman, dan terkendali. Tidak boleh ada massa aksi yang meluas atau bergeser ke jalur lintasan VIP," katanya.

Baca juga: Kapolda Metro perintahkan anggota kawal aksi unjuk rasa secara humanis

Baca juga: Polda Metro Jaya sterilisasi jalur kunjungan Presiden Jerman

Baca juga: Kapolda Metro minta personel amankan peserta aksi yang membawa alat berbahaya

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |