Tangerang (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Bandara Soekarno-Hatta, Polda Metro Jaya, membagikan masker hingga layanan pemeriksaan kesehatan bagi para penumpang yang terdampak penundaan penerbangan akibat erupsi Gunung Krakatau, Minggu.
Kepala Polresta Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Besar Polisi Wisnu Wardana mengatakan personel Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polri melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pelayanan medis kepada penumpang serta pengguna jasa bandara yang mengalami penundaan keberangkatan.
"Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai, dengan menyasar area Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta," katanya di Tangerang.
Menurutnya, layanan pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan jajaran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak gangguan operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
"Dalam kegiatan tersebut, personel Sidokkes melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan tekanan darah, kepada penumpang maupun pengguna jasa bandara. Petugas juga memberikan masker serta imbauan untuk menggunakan masker, khususnya sebagai langkah perlindungan terhadap paparan abu vulkanik," jelasnya.
Ia mengatakan personel Polri, khususnya dari Polresta Bandara Soetta, memberikan vitamin dan obat-obatan sesuai kebutuhan kepada penumpang maupun pengguna jasa yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
"Polresta Bandara Soekarno-Hatta berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengamanan kepada masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, kami mengimbau seluruh penumpang untuk tetap tenang, menjaga kesehatan, menggunakan masker, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang maupun pengelola bandara," ujarnya.
Baca juga: InJourney tutup sementara penerbangan di Soetta akibat erupsi Krakatau
Kapolresta juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti perkembangan situasi melalui sumber resmi.
"Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik. Utamakan keselamatan, ikuti petunjuk petugas di lapangan, dan manfaatkan pelayanan kesehatan yang disediakan apabila membutuhkan bantuan," katanya.
Sementara itu, EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro mengatakan bahwa pihaknya telah kembali memperbarui informasi aeronautika terkait kondisi Bandara Internasional Soekarno-Hatta seiring perkembangan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Melalui NOTAM A3348/26 (NOTAMR A3346/26), Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih berstatus closed akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
NOTAM terbaru berlaku mulai pukul 13.23 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 17.30 WIB pada 6 September 2026.
"NOTAM A3348/26 sekaligus menggantikan NOTAM A3346/26 yang sebelumnya menetapkan estimasi penutupan hingga pukul 13.30 WIB," katanya.
AirNav Indonesia melalui Indonesia Network Management Center (INMC) terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pembaruan informasi aeronautika dilakukan sesuai perkembangan kondisi untuk mendukung keselamatan penerbangan.
"AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi terkait kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu," katanya.
Baca juga: Penutupan tiga bandara akibat erupsi Anak Krakatau diperpanjang
Baca juga: Daop 6 operasikan KA tambahan dampak penutupan Bandara Soetta
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































