Penerbangan di Bandara Dhoho Kediri terdampak erupsi Anak Krakatau

2 hours ago 3
Sebagai pengelola bandara, kami terus memastikan kesiapan fasilitas, personel, dan layanan bandara serta melakukan penyesuaian operasional sesuai dengan kondisi dan arahan dari pihak yang berwenang

Kediri (ANTARA) - Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Dhoho Kediri, Jawa Timur, dengan dua penerbangan dibatalkan pada Minggu.

General Manager Bandara Internasional Dhoho Kediri Rahmat Yoni Saputra mengatakan pembatalan penerbangan dilakukan sebagai bentuk penyesuaian operasional akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas kami," kata Rahmat dalam keterangan di Kediri, Minggu.

Dua penerbangan yang dibatalkan tersebut yakni IU 356 rute Jakarta (CGK)-Dhoho (DHX) dengan jadwal tiba pukul 11.50 WIB dan IU 357 rute Dhoho (DHX)-Jakarta (CGK) yang dijadwalkan berangkat pukul 12.30 WIB.

Pihak Bandara Internasional Dhoho Kediri mengimbau pengguna jasa untuk mengecek status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan.

Pengelola bandara terus memantau perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau serta melakukan koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk BMKG, AirNav Indonesia, maskapai dan pihak terkait lainnya.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca, potensi sebaran abu vulkanik, serta kemungkinan dampaknya terhadap operasional dan keselamatan penerbangan.

"Sebagai pengelola bandara, kami terus memastikan kesiapan fasilitas, personel, dan layanan bandara serta melakukan penyesuaian operasional sesuai dengan kondisi dan arahan dari pihak yang berwenang," ujarnya.

Rahmat menegaskan Bandara Internasional Dhoho Kediri akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan operasional penerbangan dapat berlangsung aman sesuai kondisi terkini.

Baca juga: Khofifah targetkan Embarkasi Bandara Dhoho beroperasi pada 2027

Baca juga: Wagub Jatim apresiasi pemberian benefit dukung Bandara Dhoho Kediri

Pengguna jasa juga dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports 172 untuk memperoleh informasi terkait kebandarudaraan.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pengguna jasa," kata dia.

Sementara itu, untuk jadwal penerbangan selanjutnya, pihaknya juga masih koordinasi dengan tim terkait.

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mencatat sebanyak 209 pergerakan pesawat penerbangan yang terjadwal di Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten tertunda (cancel) akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan di Tangerang, Banten, menjelaskan berdasarkan data penerbangan pada periode 6 September 2026 pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB, terdapat 209 pergerakan pesawat yang terjadwal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dibatalkan (cancel)

Dari jumlah 209 penerbangan pesawat tersebut terdiri dari 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.

Pengelola utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan operasional dan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan dengan baik selama kondisi tersebut.

Sebagai langkah antisipasi terhadap penumpang yang terdampak, Bandara Soetta juga telah mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) dengan menyediakan makanan dan minuman ringan bagi penumpang.

Baca juga: Pemkab sebut beroperasinya kembali Bandara Dhoho dongkrak ekonomi

Baca juga: Kemenhub dukung Bandar Udara Dhoho alternatif penerbangan umrah

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |