Pemkot Bogor atur UMKM agar tetap dapat beraktivitas di kawasan HBKB

1 hour ago 4
UMKM bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat juga untuk HBKB. Tapi memang ke depan kita evaluasi lagi, harus dibatasi dan diberikan aturan juga. Terutama terkait jam operasional hanya saat HBKB berlangsung

Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, menyiapkan pengaturan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berjualan di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Jalan Jenderal Sudirman agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu kenyamanan warga.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin di Bogor, Minggu, mengatakan keberadaan UMKM dapat menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat untuk mengunjungi HBKB tetapi perlu ditata dan diberikan aturan yang jelas.

"Karena UMKM bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat juga untuk HBKB. Tapi memang ke depan kita evaluasi lagi, harus dibatasi dan diberikan aturan juga. Terutama terkait jam operasional hanya saat HBKB berlangsung," kata Jenal.

HBKB di Jalan Jenderal Sudirman kembali dibuka Pemkot Bogor pada Minggu (6/9), dengan waktu pelaksanaan mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

Jenal menegaskan pelaku UMKM yang berjualan di kawasan tersebut harus terdaftar pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Dinkukmdagin) Kota Bogor.

Baca juga: Pemkot Bogor imbau kelompok rentan hindari paparan abu vulkanik

Baca juga: Pemkot Bogor targetkan jalan R3 tembus Wangun dan beroperasi 2029

Pendataan dan kurasi tersebut diperlukan agar keberadaan pedagang tetap terkendali serta tidak mengubah fungsi utama HBKB sebagai ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas.

"Termasuk jam operasional tadi, karena khawatir malah berjualan sampai sore atau malam hari. Harus dikurasi lagi," ujarnya.

Ia juga meminta para pedagang secara mandiri merapikan dan membersihkan lokasi berjualan setelah HBKB berakhir pada pukul 09.00 WIB.

Menurut Jenal, kebersamaan menjadi salah satu hal yang perlu ditekankan dalam pelaksanaan HBKB, termasuk keterlibatan masyarakat dan pelaku UMKM untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan.

Selain melakukan penataan di Jalan Sudirman, Jenal berharap kegiatan serupa ke depan dapat diselenggarakan di setiap kecamatan sehingga aktivitas masyarakat dan pemberdayaan UMKM tidak hanya terpusat di pusat kota.

"Malah saya berharap ada HBKB di setiap kecamatan. Jadi memberikan kesempatan bagi para UMKM beraktivitas dengan target masyarakat di tiap kecamatan, tidak di pusat kota saja," katanya.

Jenal mengakui pelaksanaan hari pertama HBKB setelah kembali dibuka belum seramai sebelumnya karena waktu sosialisasi kepada masyarakat relatif singkat.

Namun, ia optimistis HBKB akan kembali menjadi daya tarik bagi warga untuk berolahraga sekaligus menjadi ruang bagi pelaku UMKM memasarkan produknya.

Baca juga: KAI-Pemkot Bogor tata Stasiun Bogor jadi kawasan transportasi terpadu

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |